iliustrasi masak makanan rebus (Freepik)
INDOZONE.ID - Siapa di sini yang masih menganggap makanan rebus itu enggak enak? Padahal, makanan yang diolah dengan cara direbus punya banyak manfaat bagi tubuh, lho.
Selain lebih rendah minyak, makanan rebus juga bisa mendukung pola makan yang lebih sehat.
Nah, bagi kamu yang ingin mulai hidup sehat dari hal kecil, berikut manfaat makanan rebus yang perlu diketahui.
Berbeda dengan makanan yang digoreng atau ditumis, makanan rebus cenderung memiliki kandungan lemak dan kalori yang lebih rendah.
Hal ini membuat makanan rebus sering menjadi pilihan bagi orang yang sedang menjaga pola makan atau ingin mengontrol berat badan.
Sebab, konsumsi lemak berlebih, terutama lemak jenuh dan lemak trans, dapat meningkatkan risiko obesitas hingga penyakit kardiovaskular.
Dengan memilih makanan rebus, tubuh tetap mendapatkan nutrisi dari bahan makanan tanpa tambahan kalori berlebih dari minyak.
Itulah mengapa metode memasak ini sering direkomendasikan dalam pola makan sehat maupun program diet.
Memasak dengan suhu tinggi seperti menggoreng atau memanggang bisa memicu terbentuknya senyawa berbahaya.
Beberapa senyawa tersebut bahkan dikaitkan dengan risiko gangguan kesehatan dalam jangka panjang.
Baca juga: Apa Itu Makanan Superfood? Ini Manfaat dan Jenisnya yang Wajib Kamu Coba
Berbeda dengan itu, proses merebus juga menggunakan air dan suhu yang lebih stabil. Jadi, makanan rebus bisa menjadi pilihan yang lebih aman untuk dikonsumsi sehari-hari.
Merebus makanan juga dapat membuat teksturnya lebih lunak dan mudah dikunyah. Kondisi ini sangat membantu tubuh kamu dalam mencerna makanan dengan lebih ringan.
Selain itu, beberapa nutrisi dalam sayuran tertentu juga bisa lebih mudah diserap setelah dimasak. Oleh karena itu, makanan rebus cocok untuk anak-anak, lansia, atau orang yang punya pencernaan sensitif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: American Diabetes Association, Mayo Clinic