Ilustrasi hustle culture. Kerja dari pagi hingga malam. (Dok. Freepik.)
INDOZONE.ID - Hustle Culture bikin banyak anak muda terbiasa kerja dari pagi sampai malam, tapi efeknya sering ke tubuh yang makin drop.
Hustle Culture adalah gaya hidup yang mendorong produktivitas tinggi tanpa henti, sering kali mengorbankan istirahat dan kesehatan. Akibatnya, stamina menurun dan fokus gampang hilang.
Fenomena ini makin terasa di kota besar. Kerja lembur, side hustle, sampai ngejar target pribadi jadi rutinitas.
Sekilas terlihat ambisius. Tapi di balik itu, banyak yang mulai kehilangan pola hidup sehat.
Tidur berantakan. Makan seadanya. Waktu istirahat makin tipis.
Hustle culture telah menjadi fenomena gaya hidup dimana pemikiran hidup untuk bekerja. Mendedikasikan kehidupan untuk bekerja sementara hal lain dikesampingkan.
“Hustle culture itu mindset-nya kita hidup untuk kerja yang lain entar dulu. Bukan kerja untuk hidup,” ujar Psikolog dari UGM, Indrayanti dikutip dari laman UGM.
Tubuh sebenarnya kasih sinyal. Cepat capek, susah fokus, gampang sakit. Tapi sering diabaikan. Pertanyaannya, seberapa lama tubuh bisa tahan?
Baca juga: Cara Mengatasi Hustle Culture, Biar Nggak Kerja Terus Sampai Lupa Hidup
Baca juga: Hustle Culture VS Work Life Balance: Pengertian dan Contoh Konkrit Dalam Kehidupan
Saat aktivitas padat terus dipaksakan, tubuh kekurangan “bahan bakar”.
Nutrisi tidak cukup. Energi terkuras. Sistem imun ikut melemah.
Banyak yang akhirnya bergantung ke kopi atau minuman berkafein. Efeknya memang cepat terasa. Tapi cuma sebentar.
Setelah itu, badan justru bisa lebih lelah. Ini siklus yang sering kejadian, apalagi di kalangan pekerja urban.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan