Ilustrasi perawatan kuku. (freepik)
INDOZONE.ID - Kuku yang mendadak berubah warna jadi kuning seringkali dianggap cuma masalah penampilan.
Banyak orang langsung menutupinya dengan kutek atau membiarkannya begitu saja karena merasa itu bukan hal serius.
Padahal, kuku kuning bisa jadi sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Mulai dari kebiasaan merawat kuku yang salah sampai risiko infeksi jamur bisa jadi penyebabnya.
Kalau kamu nggak mau kuku terlihat kusam, menguning, dan bikin minder, ada beberapa langkah simpel yang wajib mulai dibiasakan dari sekarang.
Baca juga: Cara Alami Mengatasi Kuku yang Tiba-Tiba Menguning dengan Oregano Oil
Manicure dan pedicure memang bikin kuku terlihat lebih cantik dan rapi. Tapi hati-hati, salon kuku yang kurang menjaga kebersihan alat justru bisa membawa masalah baru.
Alat yang dipakai bergantian tanpa disterilkan dengan baik berisiko menularkan jamur, bakteri, hingga infeksi kuku dari pelanggan sebelumnya.
Sebelum treatment dimulai, pastikan tempat yang kamu pilih benar-benar higienis. Salon profesional biasanya menggunakan alat steril atau perlengkapan baru untuk setiap pelanggan.
Baca juga: Vaksin Wajib Anak di Indonesia, Simak Daftar Lengkapnya
Banyak orang nggak sadar kalau penggunaan nail polish remover terlalu sering bisa bikin kuku jadi kering, rapuh, bahkan berubah warna.
Idealnya, gunakan cairan penghapus kutek maksimal satu kali dalam seminggu agar kesehatan kuku tetap terjaga.
Kalau memungkinkan, pilih remover non-aseton karena formulanya cenderung lebih lembut dibanding produk berbahan aseton yang bisa membuat kuku semakin kering.
Kuku panjang memang terlihat menarik bagi sebagian orang, tapi kuku yang terlalu panjang juga lebih mudah menyimpan kotoran.
Biasakan memotong kuku secara rutin agar tetap rapi dan sehat. Jangan lupa bersihkan bagian bawah kuku menggunakan sikat kuku setidaknya satu hingga dua kali dalam seminggu.
Baca juga: Warna Kuku Menguning? Jangan Panik! Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline