Ilustrasi kuku rapuh (Pexels/Cottonbro)
INDOZONE.ID - Banyak orang menganggap kuku yang mengelupas cuma masalah penampilan. Padahal kalau kondisi ini terus terjadi, bisa jadi tubuh sedang memberi sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak beres.
Kuku yang awalnya kuat bisa mendadak rapuh, pecah berlapis, lalu mudah terkelupas di bagian ujungnya. Kondisi ini memang sering dipicu kebiasaan sehari-hari yang terlihat sepele, tetapi dalam beberapa kasus juga bisa berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu.
Kalau kamu sering mencuci piring, mencuci pakaian, atau melakukan pekerjaan rumah tanpa sarung tangan, hati-hati. Paparan air, terutama air panas dalam waktu lama, bisa menghilangkan kelembaban alami kuku.
Baca juga: Cara Alami Mengatasi Kuku yang Tiba-Tiba Menguning dengan Oregano Oil
Akibatnya, kuku jadi lebih kering, tipis, dan mudah mengelupas. Kebiasaan ini sering dianggap biasa padahal efeknya bisa membuat kuku rusak perlahan.
Bukan cuma pekerjaan rumah, aktivitas seperti berenang terlalu sering juga bisa memicu masalah serupa karena kuku terus-menerus terkena air dan bahan kimia seperti klorin.
Masih sering membuka kaleng, mencungkil benda, atau mengupas stiker pakai kuku? Kebiasaan ini ternyata bisa membuat lapisan kuku melemah.
Selain itu, terlalu sering memakai kuteks gel, kuku akrilik, atau melepas kuteks dengan cara dikupas juga bisa membuat permukaan kuku rusak.
Baca juga: Vaksin Wajib Anak di Indonesia, Simak Daftar Lengkapnya
Semakin sering dilakukan, kuku bisa kehilangan lapisan pelindung alaminya dan jadi gampang mengelupas.
Nah, ini yang sering tidak disadari banyak orang!
Kuku mengelupas terkadang bukan cuma disebabkan faktor luar, tetapi juga bisa menjadi tanda tubuh kekurangan zat besi. Saat kebutuhan zat besi tidak terpenuhi, kuku dapat menjadi lebih lemah dan mudah patah.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan zat besi, kamu bisa mengkonsumsi makanan seperti:
Baca juga: Warna Kuku Menguning? Jangan Panik! Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline