Ilustrasi Leukemia limfoblastik akut yang menyerang anak-anak. (Freepik)
INDOZONE.ID - Leukemia limfoblastik akut atau acute lymphocytic leukemia (ALL), menjadi salah satu jenis kanker darah yang berkembang sangat cepat, dan paling sering ditemukan pada anak-anak.
Penyakit ini terjadi ketika sumsum tulang memproduksi sel darah putih abnormal dalam jumlah berlebihan, sehingga mengganggu fungsi sel darah sehat di dalam tubuh.
Meski lebih umum terjadi pada anak, leukemia limfoblastik akut juga dapat menyerang orang dewasa. Namun, peluang kesembuhan pada pasien dewasa umumnya lebih rendah dibandingkan anak-anak.
Dikutip dari Mayo Clinic, leukemia limfoblastik akut adalah kanker yang menyerang darah dan sumsum tulang, yakni jaringan lunak di dalam tulang tempat sel darah diproduksi.
Istilah ‘akut’ menunjukkan, penyakit ini berkembang dengan cepat dan menghasilkan sel darah putih yang belum matang. Sementara itu, ‘limfoblastik’ mengacu pada limfosit, yaitu jenis sel darah putih yang terdampak.
Baca juga: Deteksi Dini Leukimia pada Anak Kurangi Risiko Kematian, Ini Gejalanya
Pada kondisi normal, sumsum tulang menghasilkan sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit secara seimbang.
Namun pada ALL, sumsum tulang memproduksi limfoblas atau sel darah putih abnormal dalam jumlah besar yang tidak dapat berfungsi dengan baik.
Akibatnya, sel-sel abnormal tersebut menumpuk dan mendesak sel darah sehat. Sehingga, tubuh lebih rentan mengalami infeksi, anemia, hingga gangguan perdarahan.
Ilustrasi kondisi anak yang mengalami leukemia limfoblastik akut. (Freepik)
Gejala leukemia limfoblastik akut sering kali menyerupai flu atau infeksi biasa. Karena itu, banyak kasus baru terdeteksi setelah gejala semakin parah.
Beberapa tanda dan gejala yang perlu diwaspadai antara lain:
Jika gejala tersebut tidak membaik dalam waktu lama, pemeriksaan medis perlu segera dilakukan.
Hingga kini, penyebab pasti leukemia limfoblastik akut belum diketahui secara jelas. Namun, penyakit ini diduga terjadi akibat mutasi atau perubahan genetik pada sel sumsum tulang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mayo Clinic