INDOZONE.ID - Kamu tau nggak? Nori, rumput laut hitam tipis yang membungkus sushi, itu kandungan proteinnya setara dengan kedelai.
Secara sederhana, sushi adalah gulungan rumput laut yang berisi nasi yang sudah dibumbui, dipadukan dengan ikan mentah atau matang, dan berbagai sayuran. Biasanya disajikan bareng tiga pelengkap wajib: kecap asin, wasabi, dan jahe acar (gari).
Baca juga: Sushi Memang Enak, Tapi Sehat Beneran Nggak Sih?
Kalau kamu pikir nori cuma fungsinya buat "ngikat" sushi supaya nggak berantakan, kamu kurang update.
Rumput laut jenis ini ternyata adalah salah satu bahan paling nutrisi-dense yang ada di piring sushimu.
Fakta penelitian menyebutkan bahwa dalam kondisi kering, sekitar 44% berat nori terdiri dari protein — jumlah yang sebanding dengan kedelai, salah satu sumber protein nabati tertinggi yang telah dikenal secara luas.
Bukan cuma protein. Nori juga menyimpan deretan mineral dan vitamin, misalnya:
Baca juga: Diare Enggak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Ada Tinja yang Menumpuk di Usus Besar
Baca juga: PGI Dorong Skrining Kanker Kolorektal Nasional untuk Tekan Angka Kematian di Indonesia
Penelitian juga menunjukkan bahwa nori mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi melawan virus, meredam peradangan, bahkan menghambat pertumbuhan sel kanker. Kedengarannya luar biasa, kan?
Catatan ilmiah menyebutkan bahwa meski potensinya menjanjikan, kadar senyawa tersebut dalam satu gulungan sushi kemungkinan masih terlalu rendah untuk memberikan efek klinis yang signifikan.
Satu-dua roll sushi nggak lantas bikin kamu kebal penyakit, tapi tetap lebih baik daripada tidak ada sama sekali.
Di sinilah banyak orang sering salah sangka. Sushi memang penuh nutrisi, tapi porsi nori dalam satu roll itu sangat kecil.
Baca juga: Waspada! Ada 8 Bahan Pengawet dalam Makanan Olahan Diduga Berbahaya untuk Jantung
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline