INDOZONE.ID - Ikan teri memang berukuran kecil, tetapi kandungan gizinya tidak bisa dianggap remeh. Ikan yang sering dijadikan lauk atau pelengkap masakan ini mengandung banyak nutrisi yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh.
Ikan teri mengandung protein, kalsium, omega-3, vitamin D, vitamin B12, fosfor, zat besi, dan berbagai mineral penting lainnya. Karena kaya nutrisi, ikan teri bisa menjadi pilihan makanan sehat yang baik dikonsumsi secara rutin.
Berikut ini adalah 7 manfaat utama ikan teri untuk kesehatan yang perlu Anda ketahui:
Ikan teri adalah salah satu sumber kalsium dan fosfor tertinggi karena dikonsumsi bersama tulangnya. Mineral ini sangat krusial untuk menjaga kepadatan massa tulang.
Rutin mengonsumsi ikan teri dapat memastikan kebutuhan kalsium harian terpenuhi. Langkah ini efektif untuk mencegah risiko pengeroposan tulang atau osteoporosis.
Baca juga: 7 Manfaat Ikan Cakalang untuk Kesehatan Tubuh yang Kaya Gizi
Kandungan omega-3 dalam ikan teri membantu menjaga fungsi otak. Nutrisi ini berperan dalam meningkatkan daya ingat, konsentrasi, dan kemampuan berpikir.
Omega-3 juga penting untuk mendukung perkembangan otak anak. Sementara pada orang dewasa, nutrisi ini membantu menjaga fungsi otak tetap baik.
Ikan teri mengandung omega-3 yang baik untuk kesehatan jantung. Nutrisi ini membantu menjaga jantung tetap sehat dan mendukung pembuluh darah agar bekerja dengan baik.
Omega-3 juga membantu menjaga kadar kolesterol dalam darah tetap normal. Jika dikonsumsi secara rutin, ikan teri dapat membantu menjaga kesehatan jantung.
Ikan teri mengandung protein yang tinggi dan baik untuk tubuh. Protein dibutuhkan untuk membangun serta memperbaiki otot dan jaringan tubuh yang rusak.
Selain itu, protein juga membantu tubuh tetap kuat dan bertenaga saat beraktivitas. Nutrisi ini juga baik untuk mendukung pertumbuhan anak.
Baca juga: 7 Manfaat Ikan Dori untuk Kesehatan yang Perlu Kamu Ketahui
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline