Ilustrasi Melahirkan. (Photo/Ilustrasi/ iStockphoto/Motortion)
INDOZONE.ID - Banyak ibu berharap berat badan bisa kembali seperti sebelum hamil setelah proses persalinan selesai. Namun, kenyataannya menurunkan berat badan usai melahirkan tidak selalu mudah.
Sebelum mencoba berbagai metode diet, penting untuk memahami penyebab yang mungkin menghambat proses penurunan berat badan setelah melahirkan. Berikut di antaranya.
Ilustrasi menimbang berat badan. (FREEPIK)
Merawat bayi yang baru lahir sering kali membuat ibu kehilangan waktu istirahat. Bayi yang kerap terbangun di malam hari menyebabkan kualitas tidur menjadi berkurang.
Kurang tidur ternyata berdampak pada hormon yang mengatur rasa lapar. Saat tubuh kekurangan istirahat, produksi hormon ghrelin yang memicu rasa lapar meningkat, sementara hormon leptin yang memberi sinyal kenyang justru menurun.
Akibatnya, keinginan untuk makan menjadi lebih besar dan konsumsi kalori pun meningkat.
Beberapa penelitian juga menunjukkan, orang yang tidur kurang dari empat jam sehari cenderung mengonsumsi lebih banyak makanan dibandingkan mereka yang memiliki waktu tidur cukup.
Baca juga: 10 Tahapan Pembukaan Melahirkan Normal, Calon Ibu Wajib Tahu!
Perubahan hormon setelah kehamilan merupakan hal yang normal. Namun, sebagian ibu juga dapat mengalami gangguan pada kelenjar tiroid tanpa menyadarinya.
Tiroid berperan penting dalam mengatur metabolisme tubuh. Jika fungsinya terganggu, proses pembakaran energi menjadi lebih lambat sehingga berat badan sulit turun meskipun pola makan sudah dijaga.
Selain kenaikan berat badan, gangguan tiroid biasanya disertai gejala seperti rambut rontok, tubuh mudah lelah, kulit menjadi lebih kering, hingga perubahan suasana hati atau depresi.
Baca juga: Kulit Kusam setelah Melahirkan? Coba Lakukan Perawatan Ini
Banyak orang percaya, ibu menyusui harus makan jauh lebih banyak agar produksi ASI meningkat. Memang, kebutuhan energi selama menyusui bertambah, tetapi bukan berarti porsi makan boleh berlebihan.
Mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat maupun lemak secara berlebihan akan meningkatkan asupan kalori harian. Jika kalori tersebut tidak digunakan sebagai energi, tubuh akan menyimpannya sebagai lemak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Publichealth.uga.edu