7 Manfaat Terapi Ikan untuk Kesehatan yang Perlu Diketahui (Free Press Journal)
INDOZONE.ID - Pernahkah kamu melihat orang merendam kaki di kolam berisi ikan kecil, saat berkunjung ke tempat wisata atau spa?
Perawatan ini dikenal sebagai terapi ikan. Selain unik, terapi ini juga bagus untuk relaksasi.
Terapi ikan biasanya menggunakan ikan Garra rufa yang memakan sel kulit mati di permukaan kaki. Awalnya terasa geli, tetapi lama-kelamaan banyak orang merasa nyaman. Setelah terapi selesai, kulit kaki pun terasa lebih halus.
Selain memberikan pengalaman yang berbeda, terapi ikan juga dipercaya memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan.
Mulai dari membantu mengangkat sel kulit mati hingga memberikan efek relaksasi.
Ilustrasi Terapi Ikan (The Time of India)
Berikut ini adalah 7 manfaat terapi ikan untuk kesehatan yang perlu Anda ketahui:
Ikan Garra rufa menggunakan isapan lembut untuk mengikis sel kulit mati. Proses alami ini membuat kulit kaki terasa jauh lebih bersih, halus, dan lembut setelah selesai terapi.
Stimulasi dari ikan bertindak sebagai skrub alami tanpa bahan kimia. Kulit kusam akibat penumpukan kotoran pun bisa terangkat sempurna tanpa rasa sakit.
Baca juga: 7 Manfaat Ikan Mujair untuk Kesehatan Tubuh yang Perlu Diketahui
Bagi penderita psoriasis, terapi ini membantu mengurangi penumpukan sisik tebal. Ikan akan memakan area kulit yang bermasalah secara perlahan tanpa melukai jaringan kulit yang sehat.
Air kolam alami juga dipercaya mengandung mineral yang menenangkan kulit. Terapi ini sangat membantu mengurangi peradangan serta rasa gatal kronis yang sering muncul.
Isapan dan getaran konstan dari ratusan ikan kecil bekerja seperti pijatan mikro. Stimulasi ini efektif merangsang titik-titik saraf penting yang ada di sepanjang telapak kaki.
Pijatan alami ini membantu melebarkan pembuluh darah di area kaki. Efeknya, aliran oksigen dan peredaran darah ke seluruh bagian tubuh menjadi jauh lebih lancar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Webmd.com