Ikan gurami. (Wikipedia)
INDOZONE.ID - Ikan gurame adalah salah satu hidangan favorit masyarakat Indonesia karena dagingnya yang tebal, padat, dan gurih. Di balik kelezatannya saat dibakar atau digoreng, ikan air tawar ini menyimpan segudang nutrisi yang melimpah.
Ikan gurame mengandung protein, lemak sehat, vitamin B12, fosfor, selenium, kalium, magnesium, dan berbagai mineral penting. Berkat kandungan gizinya, ikan ini baik dikonsumsi secara rutin untuk membantu menjaga kesehatan tubuh.
Ikan Gurame" data-author="Shopee" data-credit="Shopee" data-source="Shopee">Ikan Gurami
Berikut ini 7 manfaat ikan gurame untuk kesehatan tubuh yang perlu diketahui:
Gurame mengandung protein hewani berkualitas tinggi. Kandungan asam amino di dalamnya untuk mendukung kebutuhan biologis tubuh secara optimal.
Protein ini berfungsi memelihara massa otot dan memperbaiki jaringan sel yang rusak. Konsumsi rutin juga baik untuk mendukung pertumbuhan anak.
Baca juga: 7 Manfaat Ikan Cakalang untuk Kesehatan Tubuh yang Kaya Gizi
Kandungan asam lemak tak jenuh pada gurame sangat baik bagi jantung. Nutrisi ini berfungsi membantu mengendalikan kadar kolesterol jahat di dalam darah.
Melalui kadar kolesterol yang terjaga, risiko penyumbatan pembuluh darah dapat ditekan. Hal ini efektif mencegah penyakit jantung dan stroke.
Ikan gurame mengandung nutrisi yang membantu menjaga fungsi otak tetap optimal. Protein dan vitamin B12 berperan dalam mendukung kerja saraf dan kemampuan berpikir.
Mengonsumsi ikan gurame secara rutin juga dapat membantu menjaga daya ingat dan konsentrasi. Otak pun dapat bekerja dengan lebih baik setiap hari.
Ikan gurame dilengkapi mineral penting seperti kalsium dan fosfor. Kedua zat ini merupakan komponen utama pembentuk struktur tulang yang kuat.
Mengonsumsinya secara teratur dapat menjaga kepadatan tulang Anda. Langkah ini sangat efektif untuk mencegah risiko osteoporosis sejak dini.
Baca juga: 7 Manfaat Ikan Dori untuk Kesehatan yang Perlu Kamu Ketahui
Kandungan protein yang tinggi pada gurame berperan dalam regenerasi sel. Zat ini mempercepat pembentukan jaringan baru saat tubuh mengalami luka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline