8 Sayuran yang Tidak Boleh Dimakan Penderita Kolesterol (freepik.com)
INDOZONE.ID - Penderita kolesterol tinggi sering kali diminta lebih berhati-hati dalam memilih makanan sehari-hari. Sayuran memang dikenal sebagai makanan sehat karena kaya serat, vitamin, dan mineral yang baik untuk tubuh.
Namun, tidak semua olahan sayuran baik untuk penderita kolesterol. Beberapa sayuran yang dimasak dengan banyak minyak, santan, atau mentega dapat meningkatkan asupan lemak jenuh.
Sebenarnya, secara alami hampir semua sayuran tidak mengandung kolesterol. Masalah biasanya muncul dari cara pengolahan yang kurang sehat atau tambahan bahan yang dapat meningkatkan kadar lemak jahat (LDL).
Lantas, sayuran apa saja yang sebaiknya dibatasi oleh penderita kolesterol? Berikut penjelasannya.
Kentang Goreng. (Photo/Pexels)
Kentang goreng mengandung banyak minyak karena proses penggorengan. Hal ini membuat kadar lemak jenuh dan kalori menjadi tinggi, sehingga kurang baik untuk penderita kolesterol.
Jika sering dikonsumsi, dapat meningkatkan risiko kolesterol naik dan gangguan kesehatan jantung. Lebih sehat jika diganti dengan kentang rebus atau kukus.
Baca juga: 10 Sayuran yang Boleh Dimakan Penderita Asam Urat dan Kolesterol
Singkong goreng mengandung banyak minyak karena digoreng. Hal ini membuat kadar lemak jenuh dan kalori menjadi tinggi, sehingga kurang baik untuk penderita kolesterol.
Jika dikonsumsi terlalu sering, dapat memicu kenaikan kolesterol dan berdampak pada kesehatan jantung. Lebih baik diganti dengan singkong rebus atau kukus yang lebih sehat.
Tempura sayur adalah sayuran seperti wortel, buncis, atau ubi yang dibalut tepung lalu digoreng. Proses ini membuat sayuran menyerap banyak minyak sehingga menjadi tinggi lemak dan kalori.
Jika sering dikonsumsi, dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh. Lebih sehat jika sayuran diolah dengan cara direbus, dikukus, atau ditumis ringan.
Ilustarsi keju (Pixabay/LisaaMC)
Sayuran yang diberi saus keju, krim, atau mentega memang terasa lebih enak. Namun, bahan tersebut mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline