10 Akibat Kolesterol Tinggi yang Wajib Diketahui agar Tidak Terlambat (freepik/ stockking)
INDOZONE.ID - Kolesterol adalah zat lemak yang dibutuhkan tubuh agar dapat berfungsi dengan baik. Namun, jika kadarnya terlalu tinggi, terutama kolesterol jahat (LDL), kondisi ini dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan.
Kolesterol tinggi yang dibiarkan terus-menerus dapat menyebabkan lemak menumpuk di dinding pembuluh darah. Lama-kelamaan, pembuluh darah menjadi menyempit sehingga aliran darah ke seluruh tubuh tidak lagi lancar.
Akibatnya, risiko terkena penyakit serius, seperti penyakit jantung, stroke, dan komplikasi lainnya akan meningkat. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui akibat kolesterol tinggi agar bisa melakukan pencegahan sejak dini.
Ilustrasi kesehatan jantung. (Eliani Kusnedi)
Lantas, apa saja akibat kolesterol tinggi yang perlu diwaspadai? Simak penjelasannya berikut ini.
Kolesterol tinggi dapat menyebabkan penumpukan plak pada pembuluh darah yang menuju jantung. Akibatnya, aliran darah menjadi berkurang dan jantung kekurangan oksigen.
Kondisi ini dapat memicu penyakit jantung koroner yang ditandai dengan nyeri dada, sesak napas, hingga meningkatkan risiko komplikasi yang lebih serius.
Baca juga: Apa Bedanya Maag dan Asam Lambung? Simak Penjelasannya di Sini
Plak kolesterol yang pecah dapat membentuk sumbatan pada pembuluh darah jantung. Akibatnya, aliran darah ke otot jantung terhenti sehingga jaringan jantung mulai rusak.
Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan serangan jantung yang membahayakan nyawa dan memerlukan penanganan medis secepatnya.
Kolesterol tinggi juga dapat menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah yang menuju otak. Akibatnya, pasokan darah, oksigen, dan nutrisi ke otak menjadi terganggu.
Kondisi ini dapat menyebabkan stroke yang berisiko menimbulkan kelumpuhan, gangguan berbicara, bahkan kematian jika tidak segera ditangani.
Penumpukan kolesterol tidak hanya terjadi di jantung, tetapi juga pada pembuluh darah di kaki. Akibatnya, aliran darah ke tungkai menjadi berkurang sehingga kaki mudah terasa nyeri.
Penderita biasanya merasakan kram saat berjalan, kaki terasa dingin, atau luka yang sulit sembuh karena aliran darah tidak lancar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mayo Clinic