Ilustrasi berlari di pagi hari (Ilustrasi Copilot)
INDOZONE.ID - Mengalami serangan jantung bukan berarti seseorang harus mengucapkan selamat tinggal pada hobi berolahraga, termasuk lari.
Banyak penyintas yang bertanya-tanya, apakah mereka masih bisa kembali menapaki lintasan atau mengikuti lomba seperti sebelumnya. Berikut penjelasannya.
Ilustrasi serangan jantung (Freepik)
Serangan jantung terjadi ketika aliran darah menuju otot jantung terhambat, sehingga sebagian jaringan mengalami kerusakan akibat kekurangan oksigen. Tingkat kerusakan setiap orang berbeda-beda.
Ada yang hanya mengalami cedera ringan dan pulih dengan baik setelah tindakan medis seperti pemasangan stent, tetapi ada pula yang mengalami gangguan fungsi pompa jantung yang lebih serius.
Karena itu, keputusan untuk kembali berlari tidak hanya ditentukan oleh berapa lama waktu yang telah berlalu sejak serangan terjadi.
Dokter akan mempertimbangkan berbagai aspek, seperti tingkat kerusakan jantung, kondisi pembuluh darah, fungsi pompa jantung, adanya gangguan irama jantung, hingga muncul atau tidaknya keluhan saat beraktivitas.
Baca juga: 8 Cara Tetap Konsisten Lari Meski Sedang Malas dan Tidak Bersemangat
Dulu, pasien jantung lebih banyak dianjurkan untuk beristirahat total. Namun, kini pandangan tersebut telah berubah.
Berbagai penelitian menunjukkan, olahraga yang dilakukan secara terstruktur, mampu meningkatkan kualitas hidup, memperbaiki kebugaran, sekaligus menurunkan risiko komplikasi di masa depan.
Karena itu, rehabilitasi jantung menjadi bagian penting dari proses pemulihan.
Program ini umumnya mencakup latihan fisik yang diawasi tenaga medis, edukasi mengenai kesehatan jantung, pengaturan pola makan, pengendalian faktor risiko, hingga dukungan psikologis agar pasien lebih percaya diri menjalani aktivitas sehari-hari.
Baca juga: 6 Tips Mengikuti Event Lari untuk Pemula, Biar Kuat Sampai Garis Finish!
Tidak ada patokan waktu yang berlaku sama bagi semua orang. Sebelum kembali melakukan olahraga dengan intensitas sedang hingga tinggi, pasien perlu menjalani pemeriksaan menyeluruh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Totalwellnesshealth.com