Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 12 JULI 2026 • 15:15 WIB

Hanya Kehilangan 1 Jam Tidur, Efeknya Bisa Berbahaya untuk Berat Badan dan Jantung

 Hanya Kehilangan 1 Jam Tidur, Efeknya Bisa Berbahaya untuk Berat Badan dan JantungIlustrasi orang begadang sambil makan, yang bisa picu berat badan naik. (Freepik)

INDOZONE.ID - Tidur yang cukup gak cuma penting untuk menjaga energi dan konsentrasi. Tapi juga berperan besar dalam mengendalikan berat badan

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan, kehilangan waktu tidur sekitar 80 menit setiap malam, dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan secara bertahap. 

Selain itu, dapat juga memperbesar lingkar pinggang, serta membuat seseorang lebih banyak menghabiskan waktu dengan aktivitas pasif atau sedentari. 

Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal Annals of Internal Medicine, dan menambah bukti bahwa, kurang tidur dapat berdampak buruk terhadap kesehatan metabolik dalam jangka panjang. 

Baca juga: Stres, Cemas, dan Sulit Tidur? Kebiasaan Doomscrolling Bisa Jadi Penyebabnya

Kurang Tidur Sedikit, Dampaknya Bisa Menumpuk 

Dikutip dari Medical News Today, berbagai penelitian sebelumnya telah mengaitkan kurang tidur dengan meningkatnya nafsu makan dan kebiasaan makan berlebihan. 

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya kadar hormon ghrelin, yang merangsang rasa lapar, serta menurunnya hormon leptin, yang berfungsi memberikan sinyal kenyang kepada otak. 

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang dewasa mengorbankan waktu tidur demi pekerjaan, keluarga, maupun aktivitas sosial. Padahal, orang dewasa dianjurkan tidur selama 7 hingga 9 jam setiap malam. 

Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang menggunakan skenario ekstrem, seperti tidur hanya empat jam per malam, studi terbaru ini meneliti pola kurang tidur yang lebih umum terjadi di masyarakat, yakni sekitar satu jam lebih sedikit dari durasi tidur normal. 

Hanya Kehilangan 1 Jam Tidur, Efeknya Bisa Berbahaya untuk Berat Badan dan JantungIlustrasi orang yang kurang tidur, karena begadang sambil makan. (Freepik)

Penelitian Libatkan Hampir 100 Orang Dewasa 

Penelitian melibatkan 95 orang dewasa yang biasanya tidur selama 7–8 jam setiap malam. 

Selama penelitian, peserta menjalani dua fase yang masing-masing berlangsung enam minggu. Pada salah satu fase, mereka diminta menunda waktu tidur sekitar 90 menit. 

Sehingga, rata-rata waktu tidur mereka berkurang 78,4 menit setiap malam. Pada fase lainnya, peserta tetap menjalani pola tidur normal. 

Sepanjang penelitian, peserta menggunakan perangkat pemantau di pergelangan tangan untuk mencatat durasi tidur dan aktivitas fisik. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Medical News Today

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Hanya Kehilangan 1 Jam Tidur, Efeknya Bisa Berbahaya untuk Berat Badan dan Jantung

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!