dr. Kelvin Candiago, M.M., MARS., DABRM. (Foto: Dewi Kania/Z Creators)
INDOZONE.ID - Indonesia saat ini masih menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan diabetes. Padahal seharusnya banyak pasien yang bisa remisi diabetes dan mengontrol gaya hidupnya.
Berdasarkan International Diabetes Federation (IDF) Atlas 2025, sekitar 90% penyandang diabetes di Indonesia merupakan penderita diabetes melitus tipe 2 (DMT2), penyakit metabolik yang erat kaitannya dengan pola hidup dan pola makan sehari-hari.
Di sisi lain, pengelolaan diabetes di Indonesia masih menghadapi banyak hambatan mulai dari layanan kesehatan, minimnya pendampingan nutrisi berkelanjutan, hingga rendahnya keberhasilan pengelolaan jangka panjang.
Melihat kondisi ini, dr. Kelvin Candiago, M.M., MARS., DABRM mengembangkan ekosistem penanganan diabetes terintegrasi. Ia menggabungkan medikasi, nutrisi, dan monitoring dalam Metode 3R, yaitu Rescue, Reverse, dan Remission.
Baca juga: Perhatian! Peneliti Temukan Buah Ceri Mampu Turunkan Asam Urat
Dokter Kelvin memanfaatkan ekosistem mGanik Nutrition sebagai food as medicine dan klinik mGanik Care melalui pendekatan medis untuk komunitas para diabetesi. Ia mengembangkannya sejak 2020 hingga sekarang.
“Dengan pendekatan seperti ini, kita bisa lebih mudah bantu pasiennya menuju remisi diabetes,” ungkap dr. Kelvin Candiago dalam acara Program Brand Talks di Jakarta, baru-baru ini.
Hingga kuartal pertama 2026, di mGanik Nutrition, dr Kelvin telah membantu lebih dari 1 juta pasien diabetes di Indonesia. Dokter Kelvin memantau pasien diabetes dari pola makan atau asupan apapun yang masuk ke dalam tubuh pasien.
Seiring meningkatnya kebutuhan medis, dr Kelvin juga mengembangkan klinik spesialistik diabetes yang berfokus pada perbaikan kondisi metabolik dan pencapaian remisi diabetes.
Baca juga: Bukan Cuma Daging! Studi Temukan Minuman Manis Bisa Picu Asam Urat pada Wanita
Sementara itu, hingga kuartal pertama 2026, lebih dari 1.500 penyandang diabetes telah mendapatkan pendampingan dari kliniknya. Dari jumlah ini, sebanyak 15–20 pasien per bulanberhasil mencapai tahap Reverse dan sekitar 7–10% memenuhi kriteria klinis remisi diabetes.
“Dengan ekosistem yang terintegrasi, dari segi medikasi, nutrisi, hingga monitoring, kami percaya bahwa remiss diabetes bukan sesuatu yang mustahil,” imbuhnya.
Dari pencapaian ini, dr. Kelvin Candiago mendapat validasi dari Top Innovation Choice Award 2026 INFOBRAND.ID. Ia dinilai berhasil membantu penyandang diabetes untuk mendapatkan pendampingan yang lebih menyeluruh.
"Ini menjadi salah satu validasi buat kami, bahwa apa yang kami lakukan sudah di jalan yang tepat. Ke depan, kami akan terus memperkuat ekosistem ini, dengan formulasi-formulasi terbaru, serta menumbuhkan semangat komunitas agar teman-teman penderita diabetes merasa tidak sendirian dalam perjuangan ini,” tutup dr. Kelvin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan