INDOZONE.ID - Gastritis, atau radang lambung, bukan hal asing bagi banyak orang Indonesia. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, tapi ternyata perempuan dan remaja jadi kelompok paling rentan. Gaya hidup modern yang penuh tekanan, kebiasaan makan sembarangan, sampai stres karena tugas atau penampilan jadi penyebab utamanya.
Nah, sebelum kondisi ini makin parah, yuk kenali faktor penyebab gastritis dan cara menghindarinya.
Apa Itu Gastritis?
Gastritis adalah peradangan pada dinding lambung yang bisa menyebabkan mual, muntah, perut perih, mulas, sampai perut kembung. Meski gejalanya terlihat ‘sepele’, gastritis yang dibiarkan bisa berujung ke penyakit serius seperti tukak lambung.
Penyebab Gastritis yang Sering Diabaikan
1. Jenis Makanan yang Memicu Asam Lambung
Suka makan pedas, asam, bersantan, atau makanan instan? Waspada ya! Makanan tinggi lemak dan terlalu asam bisa memicu produksi asam lambung berlebih yang bikin lambung iritasi. Minuman bersoda dan berkafein juga termasuk pemicunya.
Buat mencegahnya, batasi makanan tersebut, apalagi kalau lambung kamu sudah sensitif. Pilih makanan hangat, rendah lemak, dan hindari gorengan berlebihan.
2. Frekuensi dan Jadwal Makan Nggak Teratur
Sering telat makan karena kerjaan atau tugas kuliah? Itu bisa jadi penyebab utama kamu kena gastritis. Saat perut kosong terlalu lama, asam lambung tetap diproduksi dan akhirnya malah melukai dinding lambung.
Untuk mengatasinya, usahakan makan kecil tapi sering. Kalau belum sempat makan berat, camil dulu roti atau pisang biar lambung nggak kosong.
Baca juga: Ampuh dan Alami: 7 Minuman Herbal untuk Atasi Asam Lambung dengan Nyaman
3. Porsi Makan Terlalu Sedikit (Apalagi Saat Diet)
Buat kamu yang sedang diet, hati-hati juga! Makan terlalu sedikit bisa bikin asam lambung naik karena tubuh merasa kekurangan energi.
Saat melakukan diet, pastikan fokus pada diet seimbang, bukan cuma mengurangi porsi. Pastikan kebutuhan kalori harian tetap terpenuhi.
4. Stres yang Nggak Terkelola
Ternyata stres punya pengaruh besar ke lambung! Pikiran yang kalut bisa memicu produksi asam lambung meningkat. Akibatnya, perut jadi terasa mual, mulas, bahkan nyeri.
Bila merasakan hal diatas, segera luangkan waktu untuk relaksasi. Meditasi, journaling, atau sekadar istirahat sejenak bisa bantu banget.
5. Kebiasaan Merokok
Nikotin dari rokok mengganggu sistem perlindungan alami lambung dan meningkatkan asam lambung. Efeknya memang nggak langsung terasa, tapi dampaknya serius dalam jangka panjang.
Perokok aktif punya risiko lebih tinggi terkena gastritis dan tukak lambung setelah 10–20 tahun merokok.
Siapa yang Paling Rentan?
Perempuan
Riset menunjukkan perempuan 6,6 kali lebih berisiko mengalami gastritis dibanding laki-laki. Salah satu alasannya karena tingkat stres yang lebih tinggi, serta tekanan sosial soal penampilan dan berat badan.
Remaja
Masa remaja jadi fase rawan terkena gastritis. Gaya hidup yang berubah, mulai suka ‘ngopi’ berlebihan, makan asal-asalan, atau skip makan karena diet jadi pemicunya.
Gastritis yang dibiarkan bisa berkembang menjadi tukak lambung, anemia, atau bahkan kanker lambung. Jangan anggap enteng! Kalau kamu mengalami gejala terus-menerus, segera periksakan diri ke dokter.
Baca juga: 7 Minuman Herbal untuk Sakit Maag yang Gampang Dibuat dan Aman di Perut!
Jaga Lambung, Jaga Mood
Gastritis bukan cuma soal makanan pedas atau telat makan, tapi soal gaya hidup secara keseluruhan. Stres, pola hidup nggak sehat, dan kebiasaan buruk punya peran besar. Dengan menjaga pola makan, mengatur stres, dan mendengarkan sinyal dari tubuh, kamu bisa mencegah gastritis sejak dini.
Yuk, mulai hidup lebih mindful dari sekarang! Lambung sehat, aktivitas pun lancar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pdfs.semanticscholar.org