Selasa, 29 JULI 2025 • 12:57 WIB

Kotoran Telinga Bisa Ungkap Bau Badan? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Author

Ilustrasi Bau Badan/Freepik

INDOZONE.ID - Mungkin terdengar aneh, tapi ternyata tekstur kotoran telinga bisa memberi petunjuk soal bau badan seseorang. Ini bukan mitos, melainkan fakta ilmiah yang berkaitan erat dengan faktor genetik manusia.

Para peneliti menemukan bahwa jenis kotoran telinga, apakah kering atau basah, dipengaruhi oleh gen tertentu. Menariknya, gen ini juga terhubung langsung dengan seberapa kuat tubuh memproduksi bau khas dari keringat.

Faktor utama yang memengaruhi hal ini adalah gen bernama ABCC11. Gen ini mengontrol aktivitas kelenjar apokrin, yaitu kelenjar yang menghasilkan keringat di area tertentu seperti ketiak. Keringat dari kelenjar ini awalnya tidak berbau, namun bisa berubah menjadi bau tidak sedap saat bercampur dengan bakteri di kulit.

Baca juga: Bukan Untuk Kotoran Telinga, Ini Fungsi Awal Cotton Bud

Orang yang mewarisi versi gen ABCC11 yang aktif biasanya memiliki kotoran telinga basah (berminyak, lengket, berwarna kekuningan), dan cenderung memiliki bau badan yang lebih kuat karena kelenjar apokrinnya lebih aktif. Sebaliknya, mereka yang memiliki kotoran telinga kering (kering, bersisik, berwarna keabu-abuan) biasanya berasal dari kelompok genetik dengan aktivitas kelenjar apokrin lebih rendah, sehingga tubuh mereka memproduksi lebih sedikit senyawa penyebab bau.

Inilah alasan mengapa orang Asia Timur seperti Jepang, Korea, dan sebagian besar Tiongkok, yang umumnya memiliki kotoran telinga kering, jarang mengalami masalah bau badan parah. Sebaliknya, masyarakat Eropa dan Afrika, yang lebih banyak memiliki kotoran telinga basah, cenderung lebih rentan terhadap bau badan.

Uniknya, di Jepang, deodoran bukanlah produk yang umum digunakan banyak orang. Secara genetik, sebagian besar penduduknya memang tidak membutuhkannya.

Namun, penting diingat bahwa genetik bukan satu-satunya faktor. Gaya hidup, pola makan, kebersihan tubuh, kondisi kesehatan, hingga stres juga bisa mempengaruhi seberapa kuat bau badan seseorang. Jadi, meskipun gen bisa memberi gambaran awal, bukan berarti bau badan tidak bisa dikendalikan.

Baca juga: Ternyata Kotoran Telinga Bisa Ungkap Tingkat Stres Kamu, Simak!

Tips Mengatasi Bau Badan Secara Alami dan Efektif:

  • Jaga kebersihan tubuh secara rutin. Mandi dua kali sehari dengan sabun antibakteri untuk mengurangi jumlah bakteri penyebab bau.
  • Gunakan deodoran atau antiperspiran. Deodoran membantu menetralisir bau, sementara antiperspiran mengurangi produksi keringat.
  • Ganti pakaian secara rutin, terutama jika kamu banyak berkeringat. Gunakan bahan katun yang menyerap keringat dengan baik.
  • Hindari makanan pemicu bau badan, seperti bawang putih, bawang bombai, makanan tinggi lemak, dan konsumsi daging merah berlebihan.
  • Perbanyak konsumsi air putih dan makanan tinggi serat seperti buah dan sayuran segar, yang membantu detoksifikasi tubuh.
  • Kelola stres. Saat stres, tubuh bisa memproduksi lebih banyak keringat dari kelenjar apokrin.
  • Gunakan bahan alami, seperti cuka apel, air lemon, atau daun sirih, yang dipercaya membantu mengurangi bau badan secara alami.

Jadi, meskipun tekstur kotoran telinga bisa memberi petunjuk soal kecenderungan bau badan, perawatan dan kebiasaan sehari-harilah yang lebih menentukan. Bau badan bukanlah hal yang harus membuat minder, dengan sedikit perhatian, kamu bisa tetap tampil segar dan percaya diri setiap hari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Nature.com, The-scientist.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU