Senin, 04 AGUSTUS 2025 • 15:40 WIB

Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Sasar 53 Juta Pelajar, Berlangsung Hingga Desember 2025

Author

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi eninjau pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis Sekolah di SMA 6 Tangerang Selatan, Pamulang, Tangerang Selatan. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

INDOZONE.ID - Pemerintah meluncurkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sekolah sebagai langkah masif untuk meningkatkan deteksi dini dan layanan kesehatan bagi pelajar.

Program ini ditargetkan menjangkau 53 juta siswa dari Sabang hingga Merauke, dengan pelaksanaan bertahap hingga Desember 2025.

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Hasan Nasbi, mengatakan bahwa CKG menjadi program strategis untuk meningkatkan akses kesehatan langsung ke lingkungan sekolah.

"Pelaksanaannya semuanya, sekolah ini didatangi sebagai titik kick off yang kita pantau, tapi kalau pelaksanaannya di seluruh sekolah di Indonesia," ujar Hasan Nasbi saat meninjau kegiatan CKG di SMAN 6 Tangerang Selatan, Senin (4/8/2025).

Program ini merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya pendekatan preventif terhadap kesehatan masyarakat sejak usia sekolah.

Terintegrasi dengan Puskesmas

Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kemenkes RI, Prof. Asnawi Abdullah, meyakini program ini akan optimal karena hampir seluruh wilayah Indonesia telah memiliki Puskesmas, yang selama ini juga menjalankan program UKS.

Baca juga: Ini Jenis Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Sekolah, Mulai dari Merokok hingga Kesehatan Mental

"Rata-rata sekolah SD, SMP, SMA sudah bermitra dengan Puskesmas. Insyaallah semua warga sekolah dapat dilayani dengan baik,” katanya.

Teknis pemeriksaan akan diatur agar tidak mengganggu proses belajar. Misalnya, pemeriksaan dilakukan secara bergilir antar kelas.

"Hari ini misalnya kelas 1, besok kelas berikutnya, dan seterusnya,” jelas Asnawi.

Pemeriksaan meliputi pengukuran tinggi badan, berat, lingkar pinggang, tekanan darah, serta tes mata, pendengaran, mulut, hingga pembagian tablet tambah darah untuk siswi.

Bagi siswa yang terindikasi memiliki masalah kesehatan, akan diberikan rujukan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Dirjen Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes, Rizka Andalucia, menjelaskan bahwa data hasil pemeriksaan dari program CKG akan ditindaklanjuti secara terintegrasi melalui aplikasi kesehatan.

"Kalau ada masalah dengan kesehatan akan dirujuk ke faskes terdekat, terutama ke Puskesmas. Misalnya kalau dia ditemukan gula atau darahnya tinggi, gula darah, nanti ada treatment yang akan dilakukan di Puskesmas," ujarnya.

Untuk memastikan kelancaran pengunggahan data dalam jumlah besar, Kemenkes juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi).

"Dukungan dari Kemkomdigi terkait penguatan jaringan internet sangat penting, terutama di daerah-daerah dengan sinyal lemah,” ujar Rizka.

Sudah 16 Juta Warga Tersentuh CKG

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengatakan bahwa program CKG di sekolah menargetkan seluruh pelajar nasional.

Baca juga: Langkah Nyata Pemkab Semarang Wujudkan Generasi Sehat Melalui Cek Kesehatan Gratis

"Targetnya insyaallah bisa menyentuh 53 juta pelajar. Saat ini, sudah ada 16 juta warga Indonesia yang mendapat manfaat dari program cek kesehatan gratis ini,” ungkap Meutya.

Ia menambahkan, penguatan sistem pendataan digital akan menjadi prioritas demi mendukung keberhasilan program yang digagas oleh Presiden Prabowo ini.

"Ketika dilakukan secara masif, data yang dihasilkan akan luar biasa besar. Maka sistem pendataan harus terkoneksi dan tertata dengan baik,” katanya.

Pelaksanaan CKG di SMAN 6 Tangerang Selatan menjadi contoh teknis pelaksanaan di lapangan. Selama tiga hari, sebanyak 1.225 siswa diperiksa melalui alur terstruktur di dua ruang kelas.

Proses dimulai dari registrasi, pengukuran fisik, cek tekanan darah, hingga tes lanjutan di ruang terpisah.

Program ini dirancang sebagai agenda tahunan yang akan dilakukan setiap awal tahun ajaran.

Pemerintah berharap, dengan deteksi dini dan integrasi layanan kesehatan yang kuat, kualitas hidup generasi muda Indonesia bisa ditingkatkan secara menyeluruh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU