Jumat, 15 AGUSTUS 2025 • 20:35 WIB

Presiden Prabowo Gratiskan BPJS untuk 96,8 Juta Warga Miskin, Anggaran Kesehatan Tembus Rp244 T

Author

Presiden Prabowo Subianto sampaikan pidato kenegaraan. (YouTube/Sekretariat Presiden)

INDOZONE.ID - Presiden Prabowo Subianto memberikan kabar gembira bagi masyarakat Indonesia.

Pemerintah akan menanggung penuh biaya asuransi kesehatan bagi 96,8 juta masyarakat miskin dan rentan.

Kebijakan ini didukung oleh alokasi anggaran kesehatan tahun 2026 yang mencapai Rp244 triliun.

Menurut Prabowo, langkah ini diambil untuk memastikan setiap warga negara mendapatkan hak pelayanan kesehatan yang berkualitas, tanpa terkendala biaya.

Dalam pidato kenegarannya, Prabowo menegaskan bahwa kesehatan adalah hak seluruh rakyat.

Oleh karena itu, masyarakat miskin dan rentan akan dijamin memperoleh layanan kesehatan terbaik.

Baca juga: Singgung Masalah Batas Wilayah dengan Negara Tetangga, Presiden Prabowo Subianto: Itu Warisan Penjajah

Anggaran kesehatan Rp244 triliun ini akan diprioritaskan untuk beberapa program kunci, di antaranya:

  • Memperkuat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
  • Merevitalisasi rumah sakit agar lebih modern.
  • Mempercepat penurunan stunting dan memberikan bantuan gizi bagi balita serta ibu hamil.
  • Melaksanakan program cek kesehatan gratis secara berkala.
  • Mengendalikan penyakit menular, seperti TBC.

Prabowo yakin, langkah ini tidak hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga bisa mencegah penyakit agar tidak semakin parah.

Alhasil, belanja negara untuk kesehatan di masa depan bisa lebih hemat.

Pemerintah gratiskan BPJS untuk warga miskin. (umsu)

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tabuh Genderang Perang Lawan Tambang Ilegal: Tindak Tegas Jenderal yang Jadi Beking!

Sementara itu, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, alokasi anggaran kesehatan sudah konsisten di atas lima persen dari APBN.

Ini merupakan bukti komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan.

Salah satu program andalan adalah Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP), yang dirancang sebagai garda terdepan untuk menjangkau masyarakat di pelosok.

Melalui Posyandu ILP, layanan dasar seperti pemeriksaan kesehatan, imunisasi, dan edukasi gizi bisa dinikmati oleh warga yang jauh dari fasilitas kesehatan.

Program ini mencakup berbagai kelompok usia, mulai dari balita hingga lansia, dan rutin diadakan setiap bulan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU