INDOZONE.ID - Tidur menjadi kebutuhan dasar manusia yang kerap terabaikan. Padahal, kualitas tidur bukan hanya soal merasa segar atau lelah, melainkan berhubungan erat dengan kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Menurut National Institutes of Health (NIH) Amerika Serikat yang dikutip dari Medical Daily, kurang tidur dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, depresi, obesitas, hingga diabetes.
Idealnya, orang dewasa membutuhkan waktu tidur antara tujuh hingga sembilan jam setiap malam. Dari jumlah tersebut, sekitar 20 persen di antaranya dihabiskan dalam fase tidur nyenyak atau deep sleep.
Apa Itu Deep Sleep?
Tidur nyenyak merupakan tahap ketiga setelah dua fase tidur ringan. Pada fase ini, otak menghasilkan gelombang lambat yang disebut delta waves. Otot dan mata tidak bergerak, sehingga orang yang berada dalam fase ini sulit untuk dibangunkan.
Deep sleep sangat penting, karena berperan dalam pemulihan tubuh, memperkuat daya ingat, serta menjaga kesehatan otak dan sistem imun.
Baca juga: Hati-hati! Sleep Call Ternyata Berdampak Buruk Terhadap Kualitas Tidur dan Kesehatan Mental
Cara Mendapatkan Deep Sleep yang Lebih Baik
Untuk meningkatkan kualitas tidur nyenyak, langkah utamanya adalah memperbaiki pola tidur secara keseluruhan. Beberapa strategi yang disarankan para ahli di antaranya:
1. Membuat rutinitas tidur
Tidurlah pada jam yang sama setiap malam, termasuk saat akhir pekan atau hari libur. Konsistensi membantu tubuh terbiasa dengan pola tidur sehat.
2. Mengurangi konsumsi kafein dan makanan berat di malam hari
Hindari minuman berkafein, paparan cahaya terang, serta makanan berat menjelang tidur. Sebaliknya, lakukan aktivitas menenangkan seperti minum teh herbal atau meditasi.
3. Berolahraga secara teratur
Aktivitas fisik yang teratur, dapat membantu tidur lebih nyenyak, meski sebaiknya tidak dilakukan terlalu dekat dengan waktu tidur.
4. Mengelola suara di sekitar
Gunakan mesin white noise atau aplikasi di ponsel untuk menutupi suara mengganggu yang bisa membangunkan tidur. Alternatif lain adalah menggunakan ear plug.
5. Mengurangi penggunaan gawai sebelum tidur
Layar ponsel, tablet, dan komputer memancarkan cahaya biru yang dapat mengacaukan ritme sirkadian tubuh. Studi menunjukkan, semakin lama seseorang menggunakan ponsel, semakin lama pula waktu yang dibutuhkan untuk tertidur, dengan durasi dan kualitas tidur yang berkurang.
Baca juga: Mau Kualitas Tidur Lebih Baik? Berikut 12 Tips Menjaga ‘Sleep Hygiene’
Waspada Tidur Berlebihan
Meski kurang tidur berbahaya, tidur terlalu lama juga tidak disarankan. Tidur berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan.
Oleh karena itu, kunci utama adalah menjaga keseimbangan. Mulai dari cukup tidur, cukup deep sleep, dan pola hidup sehat yang konsisten.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical Daily