Rabu, 27 AGUSTUS 2025 • 19:40 WIB

Pentingnya Vaksin HPV untuk Cegah Kanker Leher Rahim di Indonesia

Author

Iliustrasi pemberian vaksin HPV (freepik)

INDOZONE.ID - Human papillomavirus (HPV) adalah virus yang bisa menyebabkan sejumlah penyakit seperti kanker serviks, kanker anogenital, dan kutil anogenital. Kanker yang dipicu oleh HPV masih menjadi ancaman besar bagi populasi global, termasuk di Indonesia.

Pada tahun 2022, diperkirakan 660.000 perempuan terdiagnosis kanker leher rahim di seluruh dunia. Di Indonesia, kanker leher rahim merupakan kanker terbanyak kedua pada perempuan, dengan36.000 kasus baru dan 21.000 kematian setiap tahunnya. 

Diperkirakan angka perempuan yang terkena kanker serviks akan terus bertambah. Vaksinasi adalah langkah krusial untuk mencegah infeksi HPV yang menyebabkan kanker dan penyakit lain terkait HPV pada pria maupun wanita. 

Oleh karena itu, kesadaran masyarakat dan akses ke vaksinasi sekarang ini sangat dibutuhkan.

Melalui perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus-menerus, upaya mencegah kanker terkait HPV menjadi terbuka lebar, terutama melalui vaksinasi generasi terbaru yang memberi perlindungan menyeluruh terhadap HPV penyebab kanker yang dominan di Indonesia.

HPV memiliki sekitar 200 jenis yang ada di dunia. Di antaranya ada tipe HPV dengan risiko tinggi yang sering mengakibatkan kanker, dan tipe HPV dengan risiko rendah yang umumnya menyebabkan kutil anogenital. 

Baca juga:  Heboh Video Dharma Pongrekun Sebut Vaksin HPV Bikin Mandul, Cek Fakta Medisnya Yuk!

Pada 2023, ada 6 vaksin HPV yang tersedia di tingkat global, dengan baru 3 vaksin HPV yang tersedia di Indonesia.

Semuanya melindungi terhadap tipe HPV risiko tinggi yang menyebabkan sebagian besar kanker leher rahim dan anogenital yaitu tipe 16 dan 18, dan telah terbukti aman dan efektif dalam mencegah infeksi HPV, kanker leher rahim, dan anogenital. 

Meski begitu, ada tipe HPV risiko tinggi selain tipe 16 dan 18, yaitu tipe 52 dan 58, yang masih banyak ditemukan. Kemajuan teknologi vaksin memungkinkan adanya vaksin yang memberi perlindungan lebih luas, termasuk terhadap HPV tipe 52 dan tipe 58.

Vaksin HPV bisa diberikan kepada anak perempuan mulai usia 9 tahun. Hal ini sesuai dengan rekomendasi IDAI tahun 2023 dan 2020, yaitu diberikan kepada anak perempuan berusia 9-14 tahun. 

Untuk orang dewasa, PAPDI juga telah mengeluarkan jadwal imunisasi dewasa yang menyatakan vaksinasi HPV bisa diberikan mulai usia 19 tahun.

Vakinasi HPV. (INDOZONE/Nadya Mayangsari)

Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Anshari Saifuddin Hasibuan mengatakan pentingnya masyarakat memastikan perlindungan yang dimiliki sudah mencakup tipe-tipe HPV yang paling berisiko.

Baca juga: Heboh Video Dharma Pongrekun Sebut Vaksin HPV Bikin Mandul, Cek Fakta Medisnya Yuk!

"Yang perlu diwaspadai, tipe HPV yang dominan di Indonesia seperti HPV 52 dan 58 ternyata tidak tercakup dalam vaksin HPV generasi lama. Oleh karena itu, masyarakat dapat melakukan revaksinasi HPV yaitu dengan vaksinasi HPV terbaru yang dapat melindungi dari 9 tipe virus, termasuk tipe 52 dan 58 yang paling sering ditemukan di Indonesia," katanya.

Lebih lanjut dr. Anshari menambahkan saat ini, sudah tersedia pilihan vaksin HPV yang memiliki cakupan proteksi yang lebih luas, hingga sembilan tipe HPV yang memungkinkan perlindungan lebih komprehensif terhadap subtipe yang paling umum menjadi penyebab kanker leher rahim. 

Ketua Satgas Imunisasi PP PAPDI, dr. Sukamto Koesnoe memaparkan bahwa pihaknya mendorong masyarakat mengambil langkah untuk mencegah infeksi HPV dengan vaksinasi HPV sesuai rekomendasi PAPDI.

Bagi yang sudah divaksin dengan generasi sebelumnya, revaksinasi HPV dengan vaksin HPV generasi baru dapat dipertimbangkan. Bagi yang belum divaksinasi, bisa mempertimbangkan vaksinasi generasi baru agar mendapat perlindungan yang lebih luas. Vaksinasi HPV terbaru akan memberikan perlindungan yang lebih optimal terhadap beberapa jenis HPV penyebab kanker leher rahim seperti HPV tipe 52 dan HPV tipe 58.”

Sebagai tindakan pencegahan yang efektif, masyarakat disarankan untuk berdiskusi dengan dokter guna mendapatkan saran pencegahan yang tepat. 

Jika belum mendapatkan vaksinasi HPV lengkap atau memiliki kondisi medis tertentu, sebaiknya segera konsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapat informasi dan rekomendasi yang sesuai. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU