Gejala demam berdarah (DBD) (photo/istock/JPTis2016)
INDOZONE.ID - Pentingnya vaksinasi dengue sudah disosialisasikan hingga ke Kabupaten Kutai Kartanegara. Upaya ini jadi langkah pencegahan kasus DBD yang tiap hari makin bertambah.
Beban kasus dengue di wilayah Kutai Kartanegara tergolong sangat tinggi. Masyarakat wajib melakukan perlindungan dini terhadap penyakit yang masih menjadi ancaman kesehatan sepanjang tahun.
Seperti diketahui, penanggulangan DBD masih jadi tantangan besar dalam sistem kesehatan Indonesia. Sepanjang tahun 2024, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat sebanyak 257.271 kasus dengue dengan 1.461 kematian di seluruh Indonesia.
Di tahun 2025, sampai dengan 12 Juni 2025, terdapat 67.030 kasus dengue dengan 297 kematian. Di Provinsi Kalimantan Timur, dengue terjadi di seluruh kabupaten/kota, misalnya di tahun 2024 lalu Dinas Provinsi Kalimantan Timur mencatat sebanyak 10.571 kasus dengue, dan jumlah kematian 22 kasus, dengan Kutai Kartanegara menempati posisi jumlah kasus tertinggi yaitu sebanyak 2.802 kasus.
Sementara itu, penyebab tingginya kasus DBD dipengaruhi oleh mobilitas penduduk, perubahan iklim, dan urbanisasi turut memperparah penyebaran penyakit ini.
Bupati Kabupaten Kutai Kartanegara Edi Damansyah mengatakan, pelaksanaan vaksinasi di Kutai Kartanegara merupakan langkah yang perlu didukung sebagai bagian dari upaya preventif yang lebih menyeluruh di tengah tingginya beban dengue di daerahnya.
“Kami meyakini bahwa penanggulangan dengue tidak bisa hanya bergantung pada satu pendekatan saja. Edukasi, pemberdayaan masyarakat, pengendalian vektor, hingga perlindungan melalui vaksinasi bisa dilakukan,” katanya di Jakarta.
Baca juga: Kenali Gejala DBD Pada Anak, Waspada Sebelum Terlambat!
Pencegahan dbd di Kutai Kertanegara. (Kemenkes)
Saat ini tren penyebaran DBD sudah berubah, tidak lagi jadi penyakit musiman.
Selama periode 2020–2023 saja, Indonesia tercatat sebagai negara dengan jumlah kematian akibat dengue tertinggi di Asia, yaitu sebanyak 1.238 kasus.
Anak-anak menjadi kelompok yang paling berisiko mengalami DBD. Di Kecamatan Tenggarong sebanyak 1.550 anak sekolah dasar kelas 1-5 menjadi sasaran kelompok yang harus disuntik vaksin Dengue.
“Kami optimistis inisiatif ini dapat menurunkan jumlah kasus di Kutai Kartanegara, sekaligus membangun ketahanan kesehatan masyarakat melalui perlindungan yang lebih kuat dan berkelanjutan,” tambahnya.
Direktur Penyakit Menular, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dr. Ina Agustina Isturini, MKM mendorong langkah preventif ini. Kemenkes menyusun rencana kelanjutan dari Stranas Dengue 2021-2025 agar tujuan Nol Kematian Akibat Dengue pada 2030 bisa tercapai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung