Rabu, 01 OKTOBER 2025 • 14:05 WIB

Waspadai! Keracunan Makanan Berulang Picu Dampak Kronis Saluran Cerna

Author

Ilustrasi anak-anak keracunan (Pexels/Anna Shvets)

INDOZONE.ID - Imbas keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) kini menjadi pro dan kontra di kalangan masyarakat. Efek dari keracunan memang tak boleh diabaikan karena bisa membawa dampak serius untuk saluran cerna.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK-UI) Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH mengatakan bahwa keracunan makanan berulang dapat menyebabkan infeksi yang berujung pada peradangan kronis dalam saluran cerna.

“Ketika orang yang sering bolak-balik terinfeksi itu harus hati-hati, karena dia suatu waktu nanti bisa mengalami perubahan struktur dari dinding ususnya. Itu termasuk juga inflammatory bowel disease (penyakit inflamasi usus). Penyakit radang kronis non-infeksi itu juga dari situ pencetusnya,” kata Prof. Ari dilansir ANTARA. 

Infeksi yang berulang akan membuat struktur pada dinding usus mengalami perubahan. Keparahannya akan meningkat tergantung dari jenis bakteri atau kuman yang ada dalam makanan yang dikonsumsi tersebut.

Adanya inflamasi pada usus itu nantinya juga berisiko menyebabkan gangguan di beberapa organ tubuh tertentu. Kondisi kesehatan seseorang jauh makin serius jika membutuhkan antibiotik.

Baca juga: Buntut Keracunan Massal Siswa SD di Jaktim Diduga karena MBG, Koki hingga Kepala SPPG Diperiksa Polisi

Pencegahan

Supaya hal tersebut dapat dicegah, Ari menekankan bahwa makanan harus di masak dengan baik agar bakteri dapat mati dalam proses memasak makanan tersebut. Makanan juga harus diusahakan jangan terlalu lama berada pada suhu kamar.

Adapun cara untuk mencegah agar bakteri yang berbahaya tidak tumbuh pada makanan adalah memasak makanan dengan suhu yang cukup tinggi agar dapat membunuh bakteri yang berbahaya.

Masyarakat dapat mencegah terjadinya kontaminasi silang. Misalnya pisau untuk memotong daging mentah dan seafoodjangan digunakan bersamaan untuk memotong makanan yang sudah matang.

Selain itu, kebersihan tempat mempersiapkan makanan harus tetap terjaga bersih. Cegah makanan yang sudah masak tercemar oleh daging dan seafood mentah. 

Baca juga: PBNU Resmikan 42 SPPG, Hindari Keracunan Makanan Ketepatan Penyajian Jadi Sorotan

Tips

Pertahankan makanan hangat agar tetap hangat, dan makanan dingin agar tetap dingin. Pertahankan makanan yang hangat pada suhu di atas 65 derajat celcius, dan panaskan makanan untuk disajikan pada suhu di atas 85 derajat celcius.

Bahan-bahan makanan yang digunakan juga perlu diletakkan dalam kulkas dengan pengaturan suhu yang tepat. Ia mengatakan jika makanan terlalu lama pada suhu kamar, makanan tersebut mungkin sudah tidak aman untuk dimakan. 

Masyarakat juga diharapkan tidak mencairkan makanan ke suhu ruang atau defrost di dapur pada suhu kamar, lakukan defrost di kulkas, air keran yang mengalir, atau dengan menggunakan microwave.

Sementara pada makanan dan minuman kemasan hendaknya ditaruh sesuai dengan ketentuan yang ada pada kemasan, misalnya sebaiknya ditaruh pada suhu 2-8 derajat celcius, atau harus ditaruh di freezer, atau pada suhu kamar dan tidak terpapar langsung dengan matahari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU