INDOZONE.ID - Belakangan ini, istilah “self care” sering banget muncul di timeline media sosial. Tapi sebenarnya, apa sih artinya? Intinya, self care adalah merawat diri sendiri, baik fisik maupun mental, agar hidup lebih sehat, tenang, dan bahagia.
Sayangnya, masih banyak masyarakat yang berpikir bahwa self care merupakan tindakan yang “egois” atau buang-buang waktu. Padahal, menjaga diri sendiri justru menjadi kunci agar kita kuat menghadapi dan menjalani kehidupan sehari-hari.
Mengapa self care nggak boleh diabaikan?
Self care itu bukan cuma soal “me time” atau santai-santai, tapi segala hal yang bisa membuat tubuh, pikiran, dan emosi kita tetap sehat. Bentuk self care bisa bermacam-macam, seperti olahraga, meditasi, nongkrong bersama teman atau keluarga, atau menggeluti hobi yang bikin bahagia. Yang penting, temukan apa yang cocok untukmu dan jadikan rutinitas.
Jika dilakukan secara rutin, self care bisa membuat kamu lebih siap menghadapi stres, cemas, atau tantangan emosional sehari-hari. Selain itu, kebiasaan ini juga membangun ketahanan mental (resiliensi) yang membuat kamu lebih tangguh dalam menghadapi masalah hidup.
Baca juga: Sudah Agustus, Ini Tips Self-Care dan Mood Booster agar Tetap On sampai Akhir 2025
Contoh praktik self care yang ampuh:
- Olahraga rutin: membantu menjaga mood tetap stabil dan mengurangi stres.
- Tidur cukup: mempertahankan energi dan kesehatan mental tetap prima.
- Makan makanan sehat: membuat tubuh dan pikiran lebih bertenaga.
- Lakukan hobi favorit: melepas penat sambil melakukan hal yang kamu sukai.
- Mindfulness dan meditasi: menenangkan pikiran serta meredakan kecemasan.
Kalau dijadikan kebiasaan, self care nggak cuma bikin mental lebih sehat, tapi juga meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Menghadapi stigma seputar self care
Sayangnya, masih banyak yang salah kaprah soal self care dan kesehatan mental. Ada yang menilai self care itu egois atau menganggap masalah mental sebagai kelemahan. Stigma ini bisa muncul dari komentar keluarga, teman, atau bahkan lingkungan kerja.
Dampaknya:
- Malas meminta bantuan saat membutuhkan.
- Kesehatan mental menurun.
- Muncul rasa malu atau bersalah.
Solusinya: hilangkan stigma! Dengan pemahaman yang tepat dan lingkungan yang mendukung, setiap orang bisa merawat diri tanpa takut dihakimi. Ingat, kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik dan pantas mendapatkan perhatian yang layak.
Bagaimana cara menghentikan stigma negatif tentang self care?
Untuk menghentikan stigma bahwa self care adalah tindakan egois, langkah pertama adalah mengubah cara pandang diri sendiri dan orang lain. Edukasi tentang manfaat self care dan kesehatan mental sangat penting, baik melalui artikel, diskusi, maupun berbagi pengalaman pribadi.
Baca juga: Self-Care Itu Bukan Cuma Skincare: Cara Praktis untuk Jaga Kesehatan Mental Setiap Hari
Selain itu, beranilah bersuara saat menghadapi komentar negatif dan tunjukkan bahwa merawat diri justru membuat kita lebih produktif, sehat, dan mampu mendukung orang lain. Bagikan pengalaman self care-mu, dan jangan lupa meminta dukungan dari orang terdekat seperti keluarga, sahabat, atau komunitas agar tetap termotivasi.
Merawat diri dengan melakukan self care bukanlah bentuk keegoisan, melainkan investasi untuk kesehatan fisik dan mental. Dengan rutin meluangkan waktu untuk diri sendiri, menghadapi stigma dengan bijak, serta membangun dukungan yang tepat, hidup akan menjadi lebih seimbang, bahagia, dan penuh energi positif. Jadi, jangan ragu untuk memprioritaskan dirimu, kamu layak mendapatkan perhatian dan perawatan terbaik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medium