Selasa, 28 OKTOBER 2025 • 20:10 WIB

Kenali Tanda-tanda Bahaya Wanita yang Alami Sakit Stroke!

Author

Ilustrasi Gen Z terkena sakit stroke (Freepik/DCStudio)

INDOZONE.ID - Perempuan sangat rentan mengalami risiko stroke terutama jika mendekati usia menopause. Kamu harus tahu penyebabnya serta bisa mencegah tanda-tandanya yang bisa terjadi.

Menjelang Hari Stroke Sedunia yang diperingati setiap 29 Oktober, seorang spesialis stroke dari Apollo Hospitals Bengaluru, Prof. Dr. Suryanarayana Sharma P. M, menjelaskan alasan mengapa menopause menjadi salah satu pemicu utama stroke pada perempuan. Ia juga membagikan tanda-tanda awal yang perlu diwaspadai agar perempuan bisa melindungi diri sebelum terlambat.

 
Mengapa Risiko Stroke Meningkat Setelah Menopause?


Dilansir Hindustan Times, stroke merupakan kondisi gawat darurat yang terjadi ketika aliran darah ke otak terhambat, menyebabkan kematian sel-sel otak akibat kekurangan oksigen. Dampaknya bisa sangat fatal, mulai dari kelumpuhan permanen hingga kematian.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), stroke adalah salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan. Data CDC menunjukkan bahwa 1 dari 5 perempuan berusia 55–75 tahun berisiko mengalami stroke. Sementara usia menopause, menurut WHO, berada pada rentang 45–55 tahun, yang berarti risiko stroke meningkat bersamaan dengan fase menopause tersebut.

Menopause sendiri termasuk dalam kategori faktor risiko yang tidak dapat diubah (non-modifiable), karena merupakan proses alami dalam kehidupan perempuan ketika menstruasi berhenti dan fungsi reproduksi berakhir. Namun, perubahan hormonal yang terjadi pada fase ini ternyata berdampak besar terhadap kesehatan otak dan pembuluh darah.

“Perubahan hormon, terutama penurunan kadar estrogen, memainkan peran penting dalam meningkatnya risiko stroke,” kata sang dokter.


Ia juga menambahkan bahwa perempuan yang mengalami menopause dini, sebelum usia 40 tahun, memiliki risiko stroke 1,62 kali lebih tinggi. Namun, peningkatan risiko ini hanya terjadi pada stroke iskemik (karena sumbatan pembuluh darah), bukan pada stroke hemoragik (karena perdarahan di otak).

Baca juga: Gen Z, Hati-hati! Kecanduan Main Game Online Bisa Percepat Risiko Stroke dan Diabetes


 
5 Tanda Awal Stroke yang Perlu Diwaspadai

Dr. Suryanarayana menegaskan pentingnya mengenali tanda-tanda awal stroke agar pasien bisa segera mendapat penanganan dalam “golden hour” atau satu jam pertama sejak gejala muncul.

Berikut tanda-tandanya:

  • Kelemahan atau mati rasa tiba-tiba di wajah, lengan, atau kaki (terutama di satu sisi tubuh)
  • Sulit berbicara atau memahami ucapan
  • Kehilangan keseimbangan atau koordinasi
  • Gangguan penglihatan
  • Sakit kepala berat tanpa sebab yang jelas
  • Jika gejala ini muncul, segera bawa pasien ke rumah sakit yang siap menangani stroke untuk mencegah kerusakan otak lebih lanjut.

Baca juga: Studi: Bahaya Pemanis Buatan Sweetener Bisa Picu Serangan Jantung dan Stroke


Langkah Pencegahan: 90% Stroke Bisa Dicegah


Meski menopause tak bisa dihindari, risiko stroke dapat dikendalikan dengan menerapkan gaya hidup sehat.

“Sekitar 90% stroke dapat dicegah dengan perubahan gaya hidup,” simpul Dr. Suryanarayana.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Hindustan Times

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU