INDOZONE.ID - Masalah gigi yang dibiarkan tanpa penanganan, bisa memicu efek berantai terhadap kesehatan tubuh. Salah satunya adalah gigi copot.
Meski sering kali diabaikan karena dianggap tidak mengganggu, kehilangan satu gigi ternyata dapat menimbulkan dampak serius. Mulai dari cara mengunyah, berbicara, hingga mengubah bentuk wajah secara perlahan.
Untuk memahami bahaya gigi copot, dan kenapa hal ini tidak boleh disepelekan, Chief Clinical Officer (CCO) Clove Dental, Letnan Jenderal (Purn.) Dr. Vimal Arora, memberikan penjelasannya.
Menurutnya, banyak orang menyepelekan satu gigi yang hilang karena masih bisa makan dan berbicara dengan normal. Namun, efek negatifnya akan muncul cepat atau lambat.
1. Tulang Rahang Mengecil
Dampak paling awal dan nyata dari gigi yang hilang adalah perubahan pada struktur tulang rahang.
“Ketika satu gigi copot, tulang rahang di bawahnya mulai menyusut, kadang hanya dalam beberapa bulan,” jelas Arora, dikutip dari Hindustan Times, baru-baru ini.
“Hal ini terjadi karena tulang yang seharusnya menopang gigi menjadi tidak berfungsi dan lama-kelamaan larut. Akibatnya, wajah bisa tampak cekung dan terlihat lebih tua dari usia sebenarnya,” sambungnya.
Dalam jangka panjang, pipi akan tampak lebih kempis, memberikan kesan wajah menua sebelum waktunya.
Baca juga: 5 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Merusak Gigi dan Cara Mengatasinya
2. Gigi di Sekitarnya Miring
Arora menjelaskan, gigi bekerja seperti sebuah tim yang saling menopang. Ketika satu gigi copot, maka gigi di sekitarnya akan berusaha ‘menutup celah’ dengan bergeser ke arah ruang kosong tersebut.
“Gigi yang bersebelahan bisa mulai miring, sementara gigi lawan di rahang atas atau bawah, bisa tumbuh berlebih untuk mengisi ruang kosong,” ujarnya.
Perubahan ini tidak hanya memengaruhi penampilan, tetapi juga dapat menyebabkan gigitan menjadi tidak rata, menimbulkan ketegangan pada sendi rahang, bahkan memicu nyeri dan sakit kepala tanpa sebab yang jelas.
3. Risiko Penyakit Gusi
Kehilangan satu gigi, juga dapat meningkatkan risiko infeksi dan penyakit gusi. Saat gigi bergeser, akan terbentuk celah sempit yang sulit dibersihkan, dan menjadi tempat ideal bagi plak serta bakteri untuk berkembang biak.
“Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berkembang menjadi penyakit gusi, yang dalam jangka panjang dikaitkan dengan penyakit serius seperti penyakit jantung dan stroke,” tutur Arora menerangkan.
Hal ini terjadi karena bakteri dari mulut dapat menyebar ke aliran darah, dan memengaruhi organ lain.
4. Penyerapan Nutrisi yang Buruk
Tidak hanya memengaruhi penampilan dan kesehatan gusi, kehilangan gigi juga berdampak pada sistem pencernaan.
Arora menjelaskan, banyak orang dengan gigi yang copot secara tidak sadar menghindari makanan keras seperti buah dan sayur renyah. Padahal, jenis makanan tersebut kaya akan vitamin dan serat penting.
Kebiasaan ini dapat menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan.
Solusi: Implan Gigi
Sebagai solusi, Arora merekomendasikan pemasangan implan gigi.
“Berbeda dengan gigi palsu lepasan atau jembatan gigi, implan tidak hanya menggantikan bagian mahkota gigi yang terlihat, tetapi juga akarnya,” jelasnya.
Proses ini melibatkan pemasangan sekrup kecil dari titanium ke dalam tulang rahang, yang kemudian menyatu secara alami melalui proses yang disebut osseointegrasi.
Keunggulan implan gigi antara lain, mencegah pengeroposan tulang rahang, menjaga posisi gigi lain tetap stabil, serta mengembalikan kemampuan mengunyah seperti semula.
Dengan perawatan yang baik, implan gigi bahkan dapat bertahan hingga puluhan tahun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hindustan Times