Minggu, 23 NOVEMBER 2025 • 15:15 WIB

Ujian Akhir Tahun Bikin Anak Tertekan? Orang Tua Wajib Tahu 5 Teknik Ini

Author

Ilustrasi anak tertekan saat belajar. (freepik)

INDOZONE.ID - Menjelang akhir tahun, musim ujian kembali menjadi periode yang menegangkan bagi banyak pelajar.

Rutinitas belajar yang padat, kejar target materi, serta ekspektasi dari guru dan orang tua, kerap membuat anak terjebak dalam lingkaran kecemasan. 

Kondisi ini semakin diperberat oleh peralihan cepat dari suasana penuh perayaan di bulan-bulan sebelumnya, menuju jadwal ketat tanpa banyak waktu istirahat.

Di tengah tekanan tersebut, dukungan emosional dari orang tua menjadi elemen penting untuk menjaga kesehatan mental anak. 

Menurut Pakar Kesehatan Mental sekaligus Global Head of Mental Health and Wellbeing di aplikasi Roundglass Living, Prakriti Poddar, ujian seharusnya tidak dipandang sebagai masa penuh ketakutan.

Ujian bukan hanya tentang nilai, tetapi juga kesempatan bagi anak untuk membangun ketangguhan dan keterampilan jangka panjang,” ujar Prakriti, dikutip dari Hindustan Times, baru-baru ini.

Prakriti pun membagikan lima strategi yang dapat diterapkan orang tua, untuk membantu menurunkan stres ujian pada anak. Berikut di antaranya:

Baca juga: Tanda Anak Stres Bisa Terlihat dari Kamarnya, Ini Penjelasan Psikolog

1. Kelola Stres

Anak-anak mudah meniru emosi dan perilaku orang tua. Ketika orang tua menunjukkan kepanikan atau kecemasan, anak dapat menyerap tekanan tersebut.

Anak menyerap perilaku seperti spons,” ucap Prakriti.

Ia mendorong orang tua untuk mencontohkan ketenangan, dan menerapkan kebiasaan positif seperti meditasi, pernapasan, atau yoga.

Ilustrasi anak belajar di rumah. (Blocked to Brilliant)

2. Utamakan Pemahaman, Bukan Hafalan

Kecemasan sering muncul akibat ketakutan tidak mampu mengingat seluruh materi saat ujian. Prakriti menekankan, pentingnya mengalihkan fokus anak dari hafalan ke pemahaman konsep.

Dengan memahami inti pelajaran, anak akan lebih percaya diri dan tekanan mental pun berkurang.

3. Gunakan Teknik Pernapasan untuk Redakan Panik

Ketika target belajar tidak tercapai, atau hal-hal tidak berjalan sesuai rencana, anak bisa mengalami rasa panik.

Teknik pernapasan 3-2-1 dapat membantu:

  • Temukan 3 benda yang dapat dilihat;
  • Kenali 2 benda yang dapat disentuh;
  • Hirup 1 aroma yang dapat dicium.

Latihan tersebut, membantu otak kembali fokus pada kondisi saat ini, dan meredakan kecemasan.

4. Luangkan Waktu di Luar Ruangan

Paparan alam, bahkan dalam waktu singkat, terbukti menurunkan hormon stres. Mengajak anak berjalan sore atau duduk sejenak di ruang terbuka hijau, dapat membantu memulihkan energi dan memperbaiki suasana hati.

Baca juga: Stres Bisa Mempengaruhi Anak dalam Belajar, Mom Harus Tau Tanda-Tandanya!

5. Pilih Makanan yang Mendukung Kinerja Otak

Stres dan begadang sering membuat anak mencari makanan cepat saji sebagai pelarian. Namun, makanan tinggi gula, justru memicu kelelahan dan mengganggu konsentrasi.

Prakriti menganjurkan makanan sehat seperti:

  • Buah berry kaya antioksidan
  • Kacang-kacangan sumber lemak baik
  • Telur rebus atau yoghurt Yunani
  • Hummus sebagai sumber protein nabati

Makanan tersebut membantu menjaga kestabilan energi dan fokus selama belajar.

Oleh karena itu, dengan dukungan emosional, kebiasaan sehat, dan komunikasi yang terbuka, orang tua dapat membantu anak melewati masa ujian dengan lebih tenang dan percaya diri. 

Menanamkan pola pikir positif sejak dini, juga dapat membentuk kemampuan mental yang bermanfaat untuk perjalanan akademis mereka dalam jangka panjang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Hindustan Times

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU