Ilustrasi tanda anak stres bisa terlihat dari kamarnya. (Freepik)
INDOZONE.ID - Menata kamar anak bukan hanya soal estetika atau agar terlihat rapi saja, menurut psikolog anak Fabiola Priscila, M.Psi, kondisi dan suasana kamar bisa menjadi salah satu "jendela" untuk memahami kondisi emosi sang anak.
Berikut penjelasan bagaimana kondisi kamar anak dapat mencerminkan emosi dan apa yang dapat diperhatikan oleh orang tua.
Baca juga: Stop Jadi Yes Man ke Pasangan! Psikolog Ungkap 5 Cara Bikin Batasan Tanpa Bikin Drama
Fabiola menjelaskan beberapa indikator kamar anak yang bisa menjadi sinyal perubahan emosi atau tekanan psikologis.
Di antaranya adalah sebagai berikut:
"Kalau kamarnya berantakan, biasanya pikirannya juga akan berantakan," ungkap Fabiola Priscila saat ditemui Indozone di IKEA Jakarta Garden City, Kamis (6/11/2025).
Warna yang terlalu gelap atau suram bisa jadi mencerminkan suasana hati yang murung atau kurang semangat.
Banyak sampah, makanan dibiarkan di kamar, atau anak menolak membersihkan kamarnya.
"Kalau anak menolak membersihkan kamar dan terlihat tidak peduli dengan lingkungannya, itu bisa jadi tanda mereka sedang merasa lelah secara mental," jelas Fabiola.
Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan orang tua bila melihat kamar anak menunjukkan tanda-tanda seperti di atas:
Alih-alih menyalahkan, ajak anak berbicara secara santai tentang bagaimana perasaannya.
Misalnya 10-15 menit sebelum tidur untuk merapikan meja atau meletakkan mainan. Hal ini membantu anak memegang kontrol atas ruangnya sendiri.
Orang tua bisa memilih warna yang terang tapi lembut, dan hindari dominasi warna yang terlalu gelap jika anak cenderung murung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung