INDOZONE.ID - Lari jarak jauh memang kelihatannya mudah, tapi kenyataannya tubuh punya sinyal tertentu yang menunjukkan apakah kamu sudah siap menempuh jarak panjang atau belum.
Banyak orang tergesa-gesa ingin meningkatkan performa tanpa memperhatikan tanda tubuh belum siap lari jarak jauh, sehingga akhirnya justru mengalami cedera atau kelelahan ekstrem.
Sebelum memaksakan diri berlari lebih jauh, penting memahami ciri-ciri fisik belum kuat lari maraton maupun lari jarak menengah. Berikut diantaranya.
Baca juga: 5 Suplemen untuk Menguatkan Otot Kaki Saat Lari, Joging, dan Jalan Kaki
5 Ciri Kondisi Tubuh yang Belum Fit untuk Lari Jauh
1. Napas Terengah di Menit-menit Awal
Jika baru mulai lari sebentar saja sudah langsung ngos-ngosan, bisa jadi itu adalah ciri kondisi tubuh yang belum fit untuk lari jauh.
Sistem pernapasanmu mungkin belum siap bekerja dalam ritme panjang. Tubuh yang matang untuk lari jarak jauh biasanya punya pola napas stabil sejak awal.
Napas terburu-buru atau dada terasa sesak sejak menit awal menandakan kapasitas paru dan jantung belum cukup kuat.
Cobalah mulai dengan jogging ringan dan latihan pernapasan sebelum meningkatkan jarak.
Baca juga: 5 Cara Bikin Lari di Treadmill Lebih Seru dan Gak Bikin Bosan
2. Detak Jantung Meningkat Tajam padahal Pace Pelan
Salah satu tanda tubuh belum siap lari jarak jauh adalah detak jantung yang cepat naik walau kamu baru berlari dengan kecepatan rendah. Ini menunjukkan sistem kardiovaskular belum terbiasa menahan aktivitas aerobik dalam durasi lama.
Jika denyut jantung sangat lama kembali normal setelah berhenti, itu juga sinyal tubuh belum memiliki kemampuan pemulihan yang baik. Latihan interval ringan bisa membantu meningkatkan adaptasi jantung secara bertahap.
3. Betis atau Paha Mudah Kram
Kram yang sering muncul saat berlari mengindikasikan bahwa otot belum cukup fleksibel dan kuat. Ini termasuk salah satu ciri-ciri fisik belum kuat lari maraton atau lari jarak jauh secara umum.
Minimnya peregangan, hidrasi kurang, maupun kekurangan elektrolit bisa membuat otot cepat tegang. Lakukan pemanasan yang benar dan pastikan kebutuhan mineral terpenuhi agar tubuh lebih siap menerima beban lari.
4. Lutut Mulai Nyeri Setelah Beberapa Kilometer
Nyeri lutut merupakan tanda kondisi tubuh belum fit untuk lari jauh, terutama jika rasa sakit muncul akibat tekanan berulang pada sendi.
Teknik lari yang kurang tepat atau sepatu yang tidak sesuai bentuk kaki sering memperburuk kondisi ini.
Jika nyeri muncul di bagian luar atau bawah lutut, lebih baik kurangi intensitas latihan. Perkuat otot paha depan, pinggul, dan inti tubuh untuk membantu menstabilkan gerakan saat berlari.
5. Tubuh Sangat Lemas Berhari-Hari Setelah Lari
Tubuh yang benar-benar siap menempuh jarak panjang biasanya cepat pulih. Namun bila kamu justru merasa sangat lemas, sulit tidur, atau hilang nafsu makan selama beberapa hari setelah lari, itu pertanda tubuh belum siap menerima beban berat.
Kurangnya asupan karbohidrat dan protein bisa memperburuk pemulihan. Pastikan kamu memenuhi kebutuhan nutrisi setelah lari agar tubuh tidak memecah jaringan otot sebagai sumber energi.
Setiap orang punya kemampuan fisik yang berbeda, dan tubuh selalu memberi sinyal sebelum mencapai batasnya. Jangan dipaksa ya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthshots.com