Selasa, 02 DESEMBER 2025 • 09:05 WIB

Sering Sakit Kepala Berulang? Kenali Tanda Bahaya yang Bisa Mengarah ke Kejang

Author

Ilustrasi sakit kepala. (John Hopkin Medicine)

INDOZONE.ID - Kamu merasa sakit kepala secara berulang-ulang? Hati-hati, hal ini bisa jadi pertanda bahaya bagi tubuh kamu. 

Sakit kepala adalah sensasi nyeri di kepala yang bisa datang perlahan atau justru muncul tiba-tiba tanpa aba-aba. 

Umumnya, keluhan ini hanya bertahan sekitar 4 jam dan akan membaik dengan sendirinya.

Namun, ketika nyeri berlangsung lebih lama, tubuh bisa memberi sinyal ada sesuatu yang tidak beres, bahkan berpotensi memicu kondisi serius seperti kejang.

Berikut penjelasan mengapa sakit kepala bisa berkaitan dengan kejang dan tanda-tanda yang perlu kamu waspadai.

Baca juga: Kenapa Kepala Sakit di Malam Hari? Ternyata Ini Penyebabnya

Sakit Kepala Bisa Jadi Pertanda Kejang

Sakit kepala sering dianggap sebagai masalah umum yang muncul akibat stres, terlalu lama menatap layar, atau kurang tidur.

Namun, kondisi ini terkadang bisa menjadi tanda aktivitas kejang.

"Sebagian besar sakit kepala bersifat jinak dan terkait stres, migrain, atau pemicu gaya hidup, tetapi beberapa pola dapat tumpang tindih atau mendahului aktivitas epilepsi (kejang),” kata dokter neurologi di BLK Max Hospital, Dr Atul Prasad, seperti dilansir ANTARA, Selasa (2/12/2025).

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain sakit kepala yang disertai kebingungan, kehilangan memori, tidak responsif, gerakan abnormal, tatapan kosong sesaat, jatuh tanpa sebab, atau bangun dengan luka lidah. 

Munculnya gejala-gejala ini bisa mengindikasikan risiko kejang, termasuk kejang yang terjadi pada malam hari.

Sakit Kepala Pre-Iktal dan Tanda Bahaya Lainnya

Ilustrasi tengah merasakan sakit kepala.(freepik)

Salah satu jenis sakit kepala yang perlu diperhatikan adalah sakit kepala pre-iktal yang muncul tepat sebelum kejang terjadi. 

Gejalanya biasanya berupa nyeri mendadak, tajam, atau sensasi tekanan yang muncul dalam hitungan detik hingga menit sebelum kejang. 

“Sering kali disertai tanda bahaya tambahan seperti mual, sensasi deja vu, rasa takut mendadak, atau perubahan otonom seperti berkeringat dan jantung berdebar,” ujar Prasad.

Selain itu, ia juga menjelaskan sakit kepala yang muncul di pagi hari dengan muntah juga bisa menandakan kondisi serius, seperti peningkatan tekanan intrakranial atau masalah struktural otak yang berpotensi memicu kejang. 

Baca juga: Benarkah Minum Air Garam Bisa Meredakan Sakit Kepala Migrain? Ini Penjelasannya

Migralepsi dan Sakit Kepala Post-Iktal

Jenis sakit kepala lain yang terkait kejang adalah migralepsi, di mana pasien mengalami gangguan visual, kilatan cahaya, atau gejala sensorik selama lebih dari lima menit, diikuti hilangnya kesadaran atau kejang. 

Dr. Prasad menekankan bahwa aura migrain yang berlangsung tidak biasa lama atau diakhiri dengan kebingungan dan gerakan tersentak harus dievaluasi untuk kemungkinan epilepsi.

Selain itu, sakit kepala post-iktal juga akan muncul setelah kejang dengan nyeri hebat berdenyut yang bisa berlangsung dari beberapa jam hingga dua hari. 

Kondisi ini kadang menyerupai migrain, namun kehadirannya merupakan sinyal penting bagi pasien dan dokter untuk menilai aktivitas kejang yang terjadi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU