Minggu, 28 DESEMBER 2025 • 11:15 WIB

Orang Tua Wajib Tahu! Begini Tahapan Perkembangan Penglihatan Bayi Usia 0–2 Tahun

Author

Ilustrasi bayi (Pexels/Daria Shevtsova)

INDOZONE.ID - Penglihatan bayi berkembang secara bertahap, sejak lahir hingga usia dua tahun. Sama seperti kemampuan berjalan dan berbicara, bayi tidak langsung terlahir dengan sistem penglihatan yang matang. 

Mereka perlu belajar memfokuskan mata, menggerakkan mata dengan tepat, serta menggunakan kedua mata secara bersamaan, untuk memahami dunia di sekitarnya.

Dikutip dari American Optometric Association, sejak hari pertama kelahiran, mata bayi sudah mulai berperan penting dalam proses tumbuh kembang.

Bahkan, sebelum bayi mampu meraih benda, duduk, atau merangkak, penglihatan sudah menjadi sumber utama stimulasi otak. 

Karena itu, gangguan mata dan penglihatan pada bayi, meski jarang terjadi, perlu dikenali sejak dini. Hal itu, agar tidak menghambat perkembangan anak.

Pentingnya Pemeriksaan Mata Pertama pada Bayi

Meski tampak tidak ada keluhan, para ahli menyarankan orang tua membawa bayi menjalani pemeriksaan mata menyeluruh pertama pada usia sekitar 6 bulan ke dokter spesialis mata. 

Pemeriksaan ini bertujuan menilai kemampuan fokus, pergerakan dan kesejajaran mata, serta mendeteksi kelainan refraksi seperti rabun jauh, rabun dekat, atau astigmatisme.

Baca juga: Anemia dan Gangguan Penglihatan Hambat Fungsi Memori Anak, Studi Ungkap Dampak pada Kemampuan Belajar

Masalah kesehatan mata pada bayi memang tidak umum. Tapi, jika ditemukan lebih awal, peluang keberhasilan penanganan jauh lebih besar. 

Deteksi dini menjadi kunci agar bayi dapat mengembangkan kemampuan visual yang optimal untuk belajar dan berinteraksi.

Tahapan Perkembangan Penglihatan Bayi

Perkembangan penglihatan setiap anak bisa berbeda, namun terdapat tonggak umum yang dapat dijadikan acuan.

Ilustrasi penglihatan bayi yang normal. (Freepik)

Usia 0–4 Bulan

Pada masa ini, bayi paling mudah melihat objek dengan kontras tinggi dan jarak sekitar 20–25 cm, setara dengan jarak wajah orang tua saat menggendong. 

Koordinasi kedua mata belum sempurna, sehingga mata bayi terkadang tampak juling atau bergerak tidak seirama. Kondisi ini umumnya masih normal.

Memasuki usia 2–3 bulan, bayi mulai mampu mengikuti gerakan objek dengan mata, dan berusaha meraih benda yang dilihatnya. 

Koordinasi mata dan tangan pun mulai terbentuk.

Usia 5–8 Bulan

Kontrol gerakan mata semakin baik, begitu pula koordinasi mata dan tubuh. Pada usia sekitar 5 bulan, bayi mulai mengembangkan persepsi kedalaman, yaitu kemampuan menilai jarak dekat dan jauh. 

Penglihatan warna juga semakin matang, meski belum setajam orang dewasa.

Kemampuan merangkak yang biasanya muncul di rentang usia ini, berperan besar dalam melatih kerja sama mata, tangan, dan kaki.

Baca juga: Hati-hati! Sindrom Penglihatan Komputer Bisa Ganggu Mata Akibat Layar Digital

Usia 9–12 Bulan

Bayi mulai berdiri dengan berpegangan, mengambil benda kecil menggunakan ibu jari dan telunjuk, serta semakin akurat menilai jarak. 

Pada usia satu tahun, sebagian besar bayi telah merangkak aktif dan mulai belajar berjalan. Aktivitas ini membantu penyempurnaan koordinasi visual dan motorik.

Usia 1–2 Tahun

Pada tahap ini, koordinasi mata dan tangan serta persepsi kedalaman, umumnya sudah berkembang dengan baik. Anak mulai mengenali objek, tertarik pada gambar dalam buku, dan mampu mencoret-coret menggunakan krayon.

Ketertarikan pada eksplorasi visual, menjadi dasar penting bagi proses belajar dan membaca di masa berikutnya.

Tanda-tanda Gangguan Mata dan Penglihatan pada Bayi

Sebagian besar, bayi lahir dengan mata yang sehat. Namun, orang tua perlu waspada jika muncul tanda-tanda berikut:

  • Mata sering berair berlebihan, yang dapat mengindikasikan saluran air mata tersumbat
  • Kelopak mata merah atau berkerak, yang bisa menandakan infeksi
  • Mata yang terus-menerus tampak juling atau menyimpang
  • Sensitivitas berlebihan terhadap cahaya
  • Pupil tampak putih, yang dapat menjadi tanda kondisi serius pada mata

Jika salah satu tanda tersebut muncul, bayi perlu segera diperiksakan ke dokter optometri atau dokter mata.

Peran Orang Tua dalam Mendukung Perkembangan Penglihatan

Orang tua memegang peran penting dalam menstimulasi perkembangan visual bayi, melalui aktivitas sederhana sehari-hari.

Pada usia 0–4 bulan, orang tua dapat mengatur pencahayaan lembut di kamar, sering mengubah posisi bayi, serta mengajak bayi berbicara saat berpindah tempat.

Usia 5–8 bulan dapat diisi dengan permainan di lantai, mainan gantung, serta balok yang bisa digenggam.

Memasuki usia 9–12 bulan, permainan cilukba dan penamaan objek membantu melatih memori visual dan bahasa.

Sementara pada usia 1–2 tahun, bermain bola, menyusun balok, dan membacakan cerita mendukung perkembangan visual sekaligus motorik halus.

Oleh karena itu, perkembangan penglihatan bayi merupakan proses bertahap yang sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak. 

Deteksi dini, pemeriksaan mata rutin, serta stimulasi yang tepat dari orang tua, membantu memastikan bayi memiliki kemampuan visual yang optimal. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: American Optometric Association

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU