Minggu, 04 JANUARI 2026 • 11:15 WIB

Usia 2–5 Tahun Krusial! Ini Cara Orang Tua Jaga Kesehatan Mata Anak

Author

Ilustrasi mata anak. (Freepik)

INDOZONE.ID - Masa prasekolah merupakan periode penting dalam tumbuh kembang anak, termasuk dalam perkembangan penglihatan

Pada rentang usia 2 hingga 5 tahun, anak tidak hanya menyempurnakan kemampuan visual yang diperoleh sejak bayi, tapi juga mulai mengembangkan keterampilan visual baru, yang berperan besar dalam kesiapan belajar di sekolah.

Penglihatan menjadi panduan utama bagi anak, dalam menjalani berbagai pengalaman belajar. Aktivitas sederhana seperti menyusun balok, melempar dan menangkap bola.

Kemudian, ada pula aktivitas mewarnai, menggambar, menggunting, hingga merakit mainan bongkar pasang, yang dapat membantu melatih koordinasi mata, tangan, dan tubuh. 

Kegiatan ini juga mendukung perkembangan motorik halus, serta kemampuan persepsi visual yang kelak dibutuhkan untuk membaca dan menulis.

Baca juga: Waspada Retinoblastoma, Kanker Mata pada Anak yang Umum Terjadi

Langkah-langkah yang dilakukan orang tua pada usia prasekolah, untuk memastikan penglihatan anak berkembang secara normal, dapat memberikan ‘modal awal’ yang kuat saat anak memasuki dunia sekolah. 

Anak usia prasekolah, umumnya antusias menggambar dan melihat gambar. Selain itu, membacakan cerita sejak dini juga penting, untuk membantu anak mengembangkan kemampuan visualisasi, yakni membayangkan cerita di dalam pikirannya.

Waspadai Masalah Penglihatan Sejak Dini

Dikutip dari American Optometric Association, usia prasekolah juga menjadi masa ketika orang tua perlu lebih waspada terhadap kemungkinan gangguan penglihatan. Misal, mata juling (strabismus) dan mata malas (ambliopia). 

Kedua kondisi itu, sering kali mulai berkembang pada usia 2–5 tahun. Strabismus, terjadi ketika satu atau kedua mata mengarah ke dalam atau ke luar. 

Ilustrasi anak mengalami gangguan penglihatan. (Freepik)

Sementara ambliopia atau mata malas, ditandai dengan penurunan ketajaman penglihatan pada satu mata, yang tidak dapat sepenuhnya dikoreksi hanya dengan kacamata. 

Mata malas kerap berkembang sebagai dampak dari mata juling. Tapi, dalam beberapa kasus dapat muncul tanpa tanda yang jelas.

Selain itu, orang tua juga perlu memperhatikan adanya keterlambatan perkembangan anak. Kesulitan mengenali warna, bentuk, huruf, atau angka bisa menjadi indikasi adanya masalah penglihatan. 

Masa prasekolah adalah waktu krusial untuk membangun kemampuan visual yang akan digunakan anak sepanjang masa sekolah, dan kehidupan selanjutnya.

Skrining Penglihatan vs Pemeriksaan Mata Menyeluruh

Banyak orang tua mengira, skrining penglihatan yang dilakukan dokter anak atau di sekolah, sudah cukup. Padahal, skrining penglihatan berbeda dengan pemeriksaan mata dan penglihatan menyeluruh oleh dokter spesialis mata.

Skrining penglihatan bersifat terbatas, dan tidak dapat digunakan untuk mendiagnosis gangguan mata atau penglihatan. 

Prosedur ini hanya menunjukkan kemungkinan perlunya pemeriksaan lanjutan, dan bahkan dapat melewatkan hingga 60 persen kasus gangguan penglihatan pada anak. 

Ironisnya, hasil skrining yang dianggap ‘normal’, justru bisa memberi rasa aman palsu bagi orang tua.

Baca juga: Kenapa Mata Anak Zaman Sekarang Cepat Minus? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Sebagian besar, skrining hanya menilai satu atau dua aspek penglihatan. Kemampuan fokus mata, kerja sama kedua mata, hingga penglihatan warna sering kali tidak diperiksa.

Oleh karena itu, anak usia 3 hingga 5 tahun dianjurkan menjalani pemeriksaan mata menyeluruh secara langsung oleh dokter spesialis mata. 

Pemeriksaan ini bertujuan, memastikan penglihatan berkembang dengan baik, serta tidak terdapat tanda-tanda penyakit mata. 

Jika diperlukan, dokter dapat merekomendasikan terapi, seperti penggunaan kacamata atau terapi penglihatan.

Dengan peralatan diagnostik modern, anak tidak perlu bisa membaca atau mengenal huruf alfabet, untuk menjalani pemeriksaan mata.

Tips Agar Anak Merasa Nyaman Saat Pemeriksaan Mata

Agar pemeriksaan mata menjadi pengalaman yang positif bagi anak, orang tua dapat melakukan beberapa hal berikut:

  • Buat janji di pagi hari dan siapkan waktu sekitar satu jam.
  • Jelaskan pemeriksaan sejak jauh hari dan dorong anak untuk bertanya.
  • Gunakan bahasa sederhana yang mudah dipahami anak. Misalnya, menyebutkan bagan huruf sebagai permainan atau alat pemeriksaan sebagai senter kecil dan kaleidoskop.

Ilustrasi ketajaman mata anak. (Freepik)

Jika ada anjuran khusus dari dokter, pemeriksaan mata berikutnya akan dilakukan saat anak mulai masuk sekolah, sekitar usia 5 tahun. 

Dengan membandingkan hasil pemeriksaan di usia prasekolah dan usia sekolah, dokter dapat menilai sejauh mana perkembangan penglihatan anak sebelum memasuki tahap pendidikan formal.

Tanda-tanda Gangguan Penglihatan pada Anak Prasekolah

Menurut American Public Health Association, sekitar 10 persen anak usia prasekolah mengalami gangguan mata atau penglihatan. Namun, anak pada usia ini jarang mengeluhkan masalah pada matanya.

Orang tua disarankan untuk memperhatikan tanda-tanda berikut:

  • Duduk terlalu dekat dengan televisi atau memegang buku terlalu dekat.
  • Sering menyipitkan mata.
  • Memiringkan kepala saat melihat sesuatu.
  • Menutup salah satu mata.
  • Sering mengucek mata.
  • Rentang perhatian yang pendek untuk usianya.
  • Mata terlihat mengarah ke dalam atau ke luar.
  • Sensitif terhadap cahaya.
  • Kesulitan koordinasi mata dan tubuh saat bermain bola atau bersepeda.
  • Menghindari aktivitas seperti mewarnai, menyusun puzzle, atau kegiatan detail lainnya.

Jika orang tua menemukan satu atau beberapa tanda tersebut, sebaiknya segera menjadwalkan pemeriksaan ke dokter optometri.

Peran Orang Tua dalam Mendukung Perkembangan Penglihatan

Bermain bersama teman sebaya dapat membantu anak mengembangkan keterampilan visualnya. Selain itu, ada banyak aktivitas sederhana di rumah yang dapat dilakukan orang tua untuk mendukung perkembangan penglihatan anak prasekolah.

Berbagai permainan dan aktivitas bermain, berperan penting dalam menstimulasi proses perkembangan visual. Meski demikian, dalam beberapa kasus, anak tetap dapat melewatkan tahapan perkembangan tertentu. 

Oleh sebab itu, pemeriksaan mata pada anak usia 3 dan 5 tahun sangat penting. Hal itu untuk mendeteksi, serta menangani masalah sebelum anak masuk sekolah.

Beberapa aktivitas yang dapat dilakukan di rumah antara lain:

  • Melatih lempar dan tangkap bola.
  • Membacakan cerita sambil memperlihatkan teks atau gambar.
  • Menyediakan papan tulis kecil atau cat jari.
  • Mendorong permainan yang melatih koordinasi tangan dan mata, seperti menyusun balok dan puzzle.
  • Bermain permainan memori sederhana.
  • Memberi kesempatan untuk mewarnai, menggunting, dan menempel.
  • Mengajak anak bermain di luar ruangan, termasuk bermain bola, bersepeda, berayun, dan berguling.
  • Mendorong anak berinteraksi dan bermain dengan anak lain.

Perhatian dan keterlibatan orang tua sejak usia dini, menjadi kunci utama agar perkembangan penglihatan anak berjalan optimal dan siap mendukung proses belajar di masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: American Optometric Association

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU