Rabu, 14 JANUARI 2026 • 18:15 WIB

Farmasi Jerman Investasi Rp99 Miliar di RI, Perkuat Upaya Tekan Stunting dan Kematian Ibu

Author

Peresmian Pengembangan Fasilitas Manufaktur dan Riset Bayer Indonesia di Depok, Rabu (14/1/2025). (Dewi Kania/Z Creators)

INDOZONE.ID - Posisi industri farmasi dunia berperan penting dalam mencegah angka kematian ibu dan bayi di Indonesia. Hal ini menjadi salah satu cita-cita Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin selama masa jabatannya.

Kabar baiknya, di awal 2026 ini, sebuah perusahaan farmasi asal Jerman menginvestasikan dana sebesar Rp99 miliar untuk memproduksi suplemen khusus bagi ibu hamil.

Sebagai informasi, angka kematian bayi di Indonesia mencapai 33.000 per tahun. Artinya, dalam satu jam terdapat tiga bayi yang meninggal dunia. Sementara itu, angka kematian ibu mencapai 4.100 per tahun. Jika dirata-ratakan, setiap dua jam ada dua ibu yang meninggal dunia.

Head of Bayer Supply Center Healthcare Cimanggis, Priscilla Silvan Prarizta, mengatakan investasi senilai Rp99 miliar ini sengaja digelontorkan untuk membantu program pemerintah dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah stunting. Bayer akan memproduksi tablet MMS (Multiple Micronutrient Supplement) di Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Baca juga: Cegah Stunting Harus dari Hulu ke Hilir, Wajib Penuhi Gizi Anak hingga Sanitasi Bersih

“Indonesia adalah market yang sangat besar untuk MMS ini. Angka investasi Rp99 miliar ini digunakan untuk peningkatan lini produksi guna melayani permintaan MMS, serta investasi di R&D Center sebagai global hub dan stability chamber di bidang global health. Ini merupakan komitmen berkelanjutan kami,” ujar Priscilla dalam acara Peresmian Pengembangan Fasilitas Manufaktur dan Riset Bayer Indonesia di Depok, Rabu (14/1/2025).

Priscilla menyebut, upaya ini bukan pertama kalinya dilakukan Bayer dalam mendukung penurunan stunting. Selama 10 tahun terakhir, pihaknya telah membina posyandu di Cimanggis serta memberikan edukasi pencegahan stunting kepada ibu hamil.

Ia juga mengungkapkan bahwa setiap tahun terdapat 4,8 juta ibu yang melahirkan di Indonesia, berdasarkan data Kementerian Kesehatan. Investasi ini memungkinkan pabrik Cimanggis memproduksi hingga 1,2 miliar tablet MMS berstandar UNIMMAP setiap tahunnya.

“Dengan tingkat utilisasi saat ini yang masih 46 persen, kami siap melakukan investasi lanjutan jika kebutuhan meningkat. Kami akan terus mendukung program pemerintah, terutama misi penting penurunan stunting. Kemenkes membutuhkan banyak MMS, dan ke depan kami siap menyediakannya,” ungkapnya.

Penguatan R&D

Sementara itu, Bayer VP Global Technical Excellence and R&D Operations, Jerry Meisel, menambahkan bahwa Consumer Health Cimanggis juga melakukan penguatan pusat Riset dan Pengembangan (R&D). Fasilitas ini tidak mengembangkan obat atau molekul baru, melainkan berfokus pada peningkatan kualitas produk dan optimalisasi formulasi, termasuk metode analisis serta studi stabilitas di berbagai zona iklim.

“MMS merupakan salah satu proyek strategis untuk sistem kesehatan di Indonesia. Sejak Maret 2024, fasilitas ini yang sebelumnya belum ada, kini menjadi global hub Asia Pasifik.

Investasi yang kami berikan sekitar 3,6 juta euro. Ini merupakan salah satu komitmen signifikan untuk proyek berbasis sains. Global stability hub dan studi dilakukan di sini, dan ini menjadi kebanggaan kami serta sejalan dengan visi perusahaan,” ujarnya.

Apa Manfaat MMS?

Meninjau Pabrik Pengembangan Fasilitas Manufaktur dan Riset Bayer Indonesia di Depok, Rabu (14/1/2025). (Dewi Kania/Z Creators)

Berdasarkan studi analisis Kementerian Kesehatan, tablet MMS dapat membantu menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Formulasinya telah sesuai dengan standar UNIMMAP yang mengandung 15 vitamin dan mineral esensial bagi ibu hamil.

Head of R&D Center of Excellence Bayer Supply Center Healthcare Cimanggis, Ribka Martina Simanjuntak, memastikan bahwa formulasi MMS telah teregistrasi di WHO dan memenuhi standar global, mulai dari bahan baku hingga metode produksinya. MMS mengandung 15 zat aktif esensial yang dibutuhkan ibu hamil, khususnya pada enam bulan pertama kehamilan.

“MMS ini menggantikan tablet tambah darah. Dengan pemberian 15 mikronutrien ini, diharapkan ibu dan bayi menjadi lebih sehat, angka kematian ibu menurun, dan kebutuhan gizi bayi terpenuhi,” kata Ribka.

Baca juga: Pemkab Batang Gencar Pantau Gizi Ibu dan Anak demi Wujudkan Generasi Bebas Stunting

Menkes BGS: Peluang yang Bagus

Pemerintah menegaskan pentingnya peran industri dalam mendukung agenda kesehatan nasional. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi investasi Bayer senilai Rp99 miliar untuk produksi MMS dan penguatan pusat R&D di Bayer Cimanggis, Depok.

Penguatan produksi MMS dan R&D di dalam negeri dinilai sebagai langkah strategis untuk menjamin ketersediaan produk kesehatan berkualitas serta mendukung prioritas nasional, khususnya kesehatan ibu dan anak.

“Ini adalah peluang besar bagi industri. Saya melihat Indonesia sebagai tempat yang sangat strategis untuk investasi manufaktur kesehatan dan farmasi. Sekali lagi, saya mengucapkan selamat kepada Bayer dan terima kasih atas investasinya,” tutup Menkes.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU