Pencegahan stunting di Kabupaten Batang
INDOZONE.ID - Stunting masih jadi masalah kesehatan yang banyak dihadapi masyarakat Indonesia. Pencegahan stunting perlu dilakukan agar tidak berdampak buruk untuk anak.
Pemberian gizi yang tepat jadi salah satu kuncinya. Pemantauan status gizi pada remaja putri dan ibu hamil di berbagai daerah di Indonesia tengah dilakukan demi memberantas stunting.
Seperti Program Pendampingan Gizi Nestle Indonesia di Aula Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Program Pendampingan Gizi ini mendukung agenda Pemerintah dalam percepatan penurunan dan pencegahan stunting.
Baca juga: Kiat Kota Padang Dalam Rangka Penurunan Angka Stunting: Simak Selengkapnya
Kegiatan Volunteering dilakukan bersama kader serta tenaga kesehatan setempat yang secara langsung mendampingi 52 anak penerima manfaat dari 12 desa di Kabupaten Batang.
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan, S.H., M.H. mendukung upaya percepatan penurunan dan pencegahan stunting di Indonesia, khususnya di Kabupaten Batang. Kata Faiz, kolaborasi ini dengan BKKBN dan TP PKK sudah terjalin sejak 2022 dan jadi contoh nyata dari pentingnya sinergi pentahelix dalam menangani masalah yang bersifat multidimensi ini.
Di Kabupaten Batang, program ini memberikan dampak yang signifikan. Mari kita jaga konvergensi dan integrasi program agar setiap upaya yang dilakukan memberikan hasil maksimal,” ujarnya dikutip Rabu (16/10/2025).
Ia berharap komitmen ini bisa menjadi inspirasi bagi seluruh pihak swasta dan pemangku kepentingan lainnya untuk saling bahu membahu dalam mencegah stunting di Kabupaten Batang.
“Agar anak-anak Batang tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan unggul, bebas dari stunting, sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045,” imbuh dia.
Di Kabupaten Batang secara total akan menjangkau 259 balita di 50 desa dan 4 kecamatan, dengan dukungan 66 kader dari 119 posyandu, melalui kolaborasi bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) dan Pemerintah Kabupaten Batang. Intervensi dilakukan melalui distribusi tambahan gizi berupa satu butir telur dan satu gelas susu tinggi kalori setiap hari selama enam bulan untuk anak usia 1–4 tahun berisiko stunting.
Baca juga: Tim Pembina Posyandu Lampung Salurkan Bantuan Susu, Dukung Gerakan Nasional Cegah Stunting
Dalam kesempatan sama, Direktur Corporate Affairs & Sustainability PT Nestle Indonesia Sufintri Rahayu menambahkan, pemantauan status gizi yang baik sejak usia dini merupakan pondasi penting bagi tumbuh kembang anak dan masa depan bangsa. Karenanya, pihaknya peduli dengan masalah kesehatan terbesar di Indonesia ini yang belum kunjung tuntas.
“Kami tidak hanya menghadirkan intervensi yang nyata terhadap upaya pencegahan stunting. Kami berharap inisiatif ini dapat memperkuat peran keluarga, komunitas, dan pemangku kepentingan daerah dalam menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat dan berdaya, serta mendukung pertumbuhan optimal anak,” tambahnya.
Lebih lanjut, tahun ini program yang sudah berjalan difokuskan pada intervensi dan edukasi gizi anak usia dini di tiga kabupaten, Pasuruan (Jawa Timur), Batang (Jawa Tengah), dan Karawang (Jawa Barat). Inisiatif ini dijalankan melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, akademisi, kader, dan komunitas lokal untuk memastikan intervensi gizi yang komprehensif.
Pendekatan ini diharapkan mendorong perubahan perilaku hidup sehat jangka panjang di tingkat rumah tangga. Secara keseluruhan, program ini ditargetkan untuk menjangkau lebih dari 630 anak berisiko stunting serta melibatkan sekitar 1.350 orang tua, kader posyandu, dan ibu hamil-menyusui di lebih dari 95 desa di ketiga wilayah tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA