INDOZONE.ID - Tongue tie pada bayi merupakan kondisi bawaan yang cukup sering dibahas oleh orang tua, terutama ketika bayi mengalami kesulitan menyusu.
Kondisi ini memang tidak selalu berbahaya, tetapi pada sebagian kasus dapat memengaruhi proses menyusui, perkembangan bicara, hingga kesehatan mulut anak.
Agar tidak menimbulkan kekhawatiran berlebihan, penting untuk memahami tongue tie secara menyeluruh, mulai dari pengertian, ciri-ciri tongue tie bayi, cara mengecek tongue tie pada bayi secara sederhana, hingga pilihan penanganan medis dan kisaran biaya operasi tongue tie bayi.
Baca juga: Bayi Rentan Terpapar Asap Rokok, Ini Risiko dan Cara Melindunginya
Apa Itu Tongue Tie pada Bayi?
Tongue tie atau ankyloglossia adalah kondisi ketika frenulum lidah jaringan tipis yang menghubungkan lidah dengan dasar mulut terlalu pendek, tebal, atau kaku. Akibatnya, lidah bayi menjadi terbatas pergerakannya.
Dalam kondisi normal, frenulum bersifat lentur dan memungkinkan lidah bergerak bebas ke atas, ke depan, serta ke samping. Pergerakan ini sangat penting untuk fungsi dasar seperti menyusu, menelan, mengunyah, dan berbicara.
Pada tongue tie pada bayi, keterbatasan ini dapat menimbulkan gangguan fungsi dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.
Tongue tie merupakan kelainan kongenital yang diperkirakan terjadi pada sekitar 3-5% bayi baru lahir dan lebih sering ditemukan pada bayi laki-laki.
Penyebab Tongue Tie
Hingga kini, penyebab pasti tongue tie belum diketahui secara jelas. Namun, beberapa faktor yang diduga berperan antara lain:
1. Faktor genetik
Pada beberapa kasus, tongue tie ditemukan pada bayi yang memiliki orang tua atau anggota keluarga dengan kondisi serupa.
2. Perkembangan frenulum yang tidak sempurna
Saat dalam kandungan, frenulum seharusnya menipis dan terpisah sebelum bayi lahir. Pada tongue tie, proses ini tidak terjadi secara optimal.
Perlu diketahui bahwa tongue tie bukan disebabkan oleh pola makan ibu, aktivitas selama kehamilan, atau proses persalinan.
Ciri-Ciri Tongue Tie Bayi yang Perlu Diperhatikan
Ciri-ciri tongue tie bayi bisa berbeda antara satu bayi dengan bayi lainnya. Beberapa bayi tidak menunjukkan keluhan apa pun, sementara bayi lain mengalami gangguan yang cukup jelas.
Ciri Fisik
- Lidah sulit diangkat ke atas
- Lidah tidak dapat menjulur melewati gusi atau bibir bawah
- Ujung lidah tampak bercelah seperti bentuk hati atau huruf V
- Lidah terlihat menempel pada dasar mulut
Ciri Saat Menyusu
- Bayi lebih sering mengunyah daripada mengisap
- Bayi cepat lelah saat menyusu
- Puting payudara sering terlepas
- Proses menyusu berlangsung lama
- Bayi tampak tidak puas setelah menyusu
Kondisi ini sering membuat orang tua mencari informasi terkait bayi sulit menyusu karena tongue tie, karena gejalanya sangat berkaitan dengan proses menyusui yang tidak efektif.
Cara Mengecek Tongue Tie pada Bayi Secara Sederhana
Cara mengecek tongue tie pada bayi secara sederhana dapat dilakukan sebagai skrining awal di rumah. Meski tidak menggantikan diagnosis dokter, langkah ini bisa membantu orang tua mengenali kemungkinan tongue tie lebih dini.
Beberapa hal yang bisa diperhatikan antara lain:
1. Amati lidah saat bayi menangis
Perhatikan apakah lidah bisa terangkat atau tampak tertarik ke bawah.
2. Perhatikan bentuk ujung lidah
Ujung lidah yang membentuk cekungan seperti hati bisa menjadi tanda tongue tie.
3. Lihat kemampuan menjulur lidah
Jika lidah sulit keluar dari mulut, hal ini patut dicermati.
4. Evaluasi proses menyusu
Bila bayi sering lepas, menyusu lama, dan tampak cepat lelah meski posisi menyusui sudah benar, tongue tie bisa menjadi salah satu kemungkinan penyebab.
Jika orang tua merasa ragu, pemeriksaan lanjutan oleh dokter anak, dokter THT, atau konsultan laktasi sangat disarankan.
Dampak Tongue Tie terhadap Proses Menyusui
Tongue tie pada bayi paling sering berdampak pada kemampuan menyusu. Lidah berperan penting dalam menciptakan hisapan yang kuat dan mempertahankan pelekatan yang baik pada payudara.
Dampak pada Bayi
- ASI tidak masuk secara optimal
- Bayi cepat lelah saat menyusu
- Bayi lebih sering rewel
- Berat badan sulit naik
Tidak jarang orang tua mengeluhkan kondisi bayi sulit menyusu karena tongue tie, terutama pada minggu-minggu awal kehidupan.
Dampak pada Ibu
- Nyeri pada puting payudara
- Puting lecet atau pecah-pecah
- Payudara bengkak atau meradang
- Produksi ASI berkurang
Meski demikian, perlu diingat bahwa tidak semua masalah menyusui disebabkan oleh tongue tie. Posisi menyusui, refleks hisap bayi, dan produksi ASI juga berperan besar.
Pengaruh Tongue Tie terhadap Bicara dan Fungsi Mulut
Selain menyusui, tongue tie juga sering dikaitkan dengan gangguan bicara pada anak. Keterbatasan gerak lidah dapat memengaruhi pengucapan huruf tertentu seperti R, L, T, D, N, dan S.
Namun, tidak semua anak dengan tongue tie akan mengalami gangguan bicara. Banyak anak mampu beradaptasi dengan baik, tergantung pada:
- Tingkat keparahan tongue tie
- Elastisitas frenulum
- Latihan dan stimulasi bicara
Tongue tie juga dapat memengaruhi kebersihan mulut karena lidah sulit membersihkan sisa makanan, sehingga berisiko menimbulkan masalah gigi dan gusi.
Apakah Tongue Tie Bisa Sembuh Sendiri?
Pertanyaan ini sering muncul dari orang tua. Jawabannya adalah bisa, pada kasus tertentu.
Pada tongue tie ringan, frenulum dapat meregang seiring pertumbuhan bayi sehingga keluhan berkurang tanpa tindakan medis. Namun, pada kasus sedang hingga berat, frenulum biasanya tidak cukup meregang untuk mengatasi keterbatasan gerak lidah.
Oleh karena itu, keputusan penanganan sebaiknya didasarkan pada fungsi, bukan hanya tampilan frenulum.
Pilihan Penanganan Medis Tongue Tie
1. Observasi
Dilakukan jika bayi masih dapat menyusu dengan baik dan tumbuh sesuai usianya.
2. Frenotomi
Prosedur sederhana dengan memotong sebagian frenulum. Tindakan ini cepat, minim perdarahan, dan bayi biasanya bisa langsung menyusu setelahnya.
3. Frenektomi
Pemotongan seluruh frenulum lidah, biasanya dilakukan pada kasus yang lebih berat dan memerlukan anestesi.
4. Frenuloplasti
Dilakukan jika frenulum tebal atau kompleks. Prosedur ini melibatkan pemotongan dan penjahitan jaringan, terkadang menggunakan laser.
Biaya Operasi Tongue Tie Bayi
Biaya operasi tongue tie bayi dapat berbeda-beda tergantung fasilitas kesehatan, jenis tindakan, dan metode yang digunakan. Secara umum, kisaran biayanya adalah:
- Konsultasi dokter: Rp150.000 - Rp400.000
- Frenotomi sederhana: Rp500.000 - Rp2.000.000
- Frenektomi atau frenuloplasti: Rp2.000.000 - Rp6.000.000
- Laser frenotomy/frenuloplasty: Rp5.000.000 - Rp10.000.000
Dalam beberapa kondisi dengan indikasi medis yang jelas, tindakan ini bisa ditanggung BPJS Kesehatan sesuai kebijakan fasilitas kesehatan.
Tongue tie pada bayi merupakan kondisi bawaan yang cukup umum dan tidak selalu memerlukan tindakan medis.
Namun, jika sudah menimbulkan ciri-ciri tongue tie bayi yang mengganggu, seperti bayi sulit menyusu karena tongue tie atau berisiko memengaruhi bicara, pemeriksaan dan penanganan yang tepat sangat diperlukan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthshots.com