Minggu, 22 FEBRUARI 2026 • 12:15 WIB

Seberapa Berbahaya Bakteri Salmonella? Ini Dampaknya bagi Tubuh

Author

Ilustrasi bakteri salmonella (Sumber: GettyImage)

INDOZONE.ID - Kalau kamu pernah mengalami diare, mual, atau kram perut setelah makan ayam yang kurang matang atau telur setengah matang, ada kemungkinan kamu sedang berurusan dengan Salmonella, bakteri yang sering jadi biang keladi keracunan makanan di seluruh dunia.

Tapi seberapa berbahaya sebenarnya bakteri Salmonella itu? Apa saja dampaknya bagi tubuh? Dan yang paling penting, bagaimana cara mencegahnya supaya kita tidak terkena penyakit yang satu ini? Dalam artikel ini, kita akan bahas semuanya, terutama buat kamu yang suka jajan atau masak sendiri di rumah.

Apa Itu Bakteri Salmonella?

Bakteri Salmonella adalah sekelompok bakteri yang bisa menyebabkan infeksi ketika masuk ke tubuh manusia. Infeksi ini dikenal dengan istilah salmonellosis. Salmonella termasuk salah satu penyebab terbesar penyakit yang ditularkan lewat makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Salmonella hidup di usus hewan dan manusia, dan penyebarannya biasanya melalui makanan atau air yang sudah tercemar oleh bakteri tersebut. Bakteri ini juga bisa menempel di permukaan daging mentah, telur, susu yang tidak dipasteurisasi, serta buah dan sayur yang tidak dicuci bersih.

Baca juga: Mengenal Salmonella, Bakteri Berbahaya yang Bisa Mengancam Jiwa

Bagaimana Salmonella Masuk ke Tubuh?

Kita tidak bisa melihat Salmonella dengan mata telanjang, jadi sering kali kita tidak sadar sudah mengonsumsinya. Cara umum Salmonella masuk ke tubuh antara lain:

  • Makan makanan yang terkontaminasi, terutama daging, ayam, telur mentah, atau kurang matang.
  • Minum air yang terkontaminasi bakteri, terutama di tempat dengan sanitasi yang buruk.
  • Tangan yang tidak bersih setelah memegang hewan atau lingkungan yang terkontaminasi.

Perlu diingat, Salmonella bisa menempel di permukaan makanan yang kelihatannya bersih sekalipun jika sebelumnya tersentuh oleh bakteri ini.

Gejala Tubuh Kamu Ketika Terinfeksi Salmonella

Biasanya, gejala infeksi Salmonella muncul dalam 6 sampai 72 jam setelah bakteri masuk ke tubuh. Kebanyakan orang mengalami beberapa atau semua gejala berikut:

  • Diare yang bisa berair atau bahkan berdarah.
  • Kram perut dan nyeri di area perut.
  • Demam, sering disertai menggigil.
  • Mual dan muntah yang membuat tubuh cepat dehidrasi.
  • Kelelahan dan sakit kepala akibat tubuh mencoba melawan infeksi.

Bagi sebagian orang, gejala tersebut bisa sangat ringan sampai tidak terasa sama sekali. Namun, tetap saja ini bukan sesuatu yang boleh diremehkan.

Siapa yang Berisiko Alami Dampak Serius?

Kalau kamu sehat, biasanya gejala infeksi Salmonella akan hilang dengan sendirinya dalam 4 sampai 7 hari. Banyak orang bahkan sembuh tanpa harus minum obat apa pun.

Namun, ada beberapa kelompok yang punya risiko lebih tinggi untuk mengalami komplikasi serius, seperti:

  • Balita dan anak kecil, karena sistem imun mereka belum sekuat orang dewasa.
  • Orang tua, karena tubuh mereka lebih rentan terhadap dehidrasi.
  • Orang dengan sistem imun lemah, misalnya karena penyakit kronis atau obat-obatan tertentu.

Jika Salmonella menyebar lebih jauh dari usus ke aliran darah atau organ lain, kondisi ini bisa menjadi bakteremia atau infeksi serius yang memerlukan perawatan medis intensif.

Seberapa Parah Bahayanya?

Walau kebanyakan kasus salmonellosis bersifat ringan sampai moderat, dampaknya tetap bisa serius. Berikut ini beberapa hal yang bisa terjadi jika infeksi berkembang lebih dari sekadar sakit perut biasa:

Dehidrasi Berat

Diare dan muntah yang parah bisa membuat tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit. Jika tidak cepat ditangani dengan cairan rehidrasi atau minuman yang tepat, kondisi ini bisa mengancam nyawa, terutama pada balita dan orang tua.

Penyebaran Bakteri ke Organ Lain

Dalam kasus yang jarang, Salmonella bisa keluar dari saluran pencernaan dan masuk ke aliran darah. Hal ini dapat menyebabkan infeksi serius seperti meningitis, infeksi tulang, hingga infeksi organ dalam lainnya. Kondisi semacam ini biasanya memerlukan antibiotik dan perawatan di rumah sakit.

Komplikasi Lain

Beberapa orang bisa mengalami komplikasi autoimun setelah infeksi, seperti arthritis reaktif, yang membuat sendi terasa nyeri dan membengkak beberapa minggu setelah penyakit awal mereda.

Bagaimana Cara Mencegah Infeksi Salmonella?

Ilustrasi infeksi salmonella (Sumber: GettyImage)

Yang paling penting soal Salmonella adalah mencegah daripada mengobati. Karena bakteri ini sering tersembunyi di makanan dan tidak terlihat dengan mata biasa, kamu perlu ekstra hati-hati.

Berikut tips sederhana agar terhindar dari infeksi Salmonella:

  • Masak makanan sampai benar-benar matang, terutama daging, ayam, dan telur.
  • Cuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah menyiapkan makanan.
  • Pisahkan makanan mentah dan matang supaya tidak terjadi kontaminasi silang.
  • Cuci bersih sayur dan buah sebelum dimakan.
  • Hindari susu dan produk yang tidak dipasteurisasi karena bakteri bisa bertahan di dalamnya.

Intinya, kebersihan dan cara memasak yang benar adalah kunci utama supaya kamu tetap aman dari bakteri Salmonella.

Baca juga: Bahaya Salmonella, Bakteri yang Bikin Cokelat Kinder Disetop di Beberapa Negara

Kapan Harus ke Dokter?

Kalau kamu mulai mengalami gejala seperti diare parah yang terus-menerus, demam tinggi, atau tanda-tanda dehidrasi seperti mulut sangat kering, jarang buang air kecil, atau pusing, sebaiknya segera periksa ke dokter. Ini sangat penting, terutama jika yang mengalami adalah anak kecil atau orang dengan sistem imun tubuh yang lemah.

Jadi, seberapa berbahaya bakteri Salmonella? Jawabannya tergantung pada kondisi tubuh dan seberapa cepat kamu merespons gejalanya. Pada kebanyakan orang, infeksi ini akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari asalkan tubuh mendapat cukup cairan dan istirahat.

Namun, bagi kelompok tertentu seperti balita, orang tua, dan orang dengan sistem imun lemah, Salmonella bisa menyebabkan komplikasi yang jauh lebih serius dan bahkan mengancam nyawa. Itulah kenapa penting untuk mengetahui cara mencegahnya sejak awal lewat kebiasaan makan yang aman dan cara memasak yang benar.

Jadi, jangan remehkan Salmonella hanya karena terdengar “sepele”. Bakteri ini mungkin kecil, tetapi dampaknya terhadap tubuh bisa besar jika kita tidak waspada.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Who.int, Cdc.gov

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU