Senin, 16 MARET 2026 • 15:00 WIB

7 Penyebab Kanker Lidah yang Diam-Diam Mengintai, Nomor 2 Paling Umum

Author

Ilustrasi kanker lidah (Sumber: Freepik)

INDOZONE.ID - Kanker lidah menjadi salah satu penyakit serius di area mulut yang sering tidak disadari sejak awal. Penyakit ini muncul ketika sel-sel abnormal tumbuh secara tidak terkendali di jaringan lidah. Dalam banyak kasus, kondisi tersebut berkaitan dengan berbagai faktor risiko, mulai dari gaya hidup hingga infeksi virus tertentu.

Meski terdengar menakutkan, memahami penyebabnya sejak dini bisa membantu mencegah dan mendeteksi penyakit ini lebih cepat.

Apa Itu Kanker Lidah?

Kanker lidah umumnya termasuk jenis karsinoma sel skuamosa, yaitu kanker yang berkembang dari sel-sel tipis yang melapisi permukaan lidah dan rongga mulut. Penyakit ini terjadi ketika sel pada jaringan lidah tumbuh secara tidak normal dan membentuk jaringan ganas.

Pada tahap awal, gejalanya sering terlihat sepele, seperti sariawan yang tidak kunjung sembuh, nyeri tenggorokan, atau luka di lidah yang terasa perih. Pertumbuhan sel abnormal ini biasanya muncul di bagian ujung atau pangkal lidah dan lebih berisiko terjadi pada orang yang memiliki kebiasaan merokok, sering mengonsumsi alkohol, atau pernah terinfeksi virus HPV.

Baca juga: Waspadai 6 Tanda Peringatan Kanker Mulut, Mulai dari Sariawan hingga Gigi Goyang

7 Penyebab Kanker Lidah yang Perlu Diwaspadai

Berikut sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker lidah:

1. Faktor Genetik atau Keturunan

Riwayat keluarga dapat meningkatkan risiko kanker lidah. Jika ada anggota keluarga yang pernah mengalaminya, peluang seseorang terkena penyakit ini juga bisa lebih besar. Meski faktor genetik tidak dapat diubah, mengetahui riwayat kesehatan keluarga dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan mendorong deteksi lebih dini.

2. Kebiasaan Merokok

Merokok menjadi salah satu penyebab paling umum kanker lidah karena asap rokok mengandung ribuan zat kimia berbahaya yang dapat merusak sel-sel di rongga mulut. Paparan zat karsinogen ini, baik pada perokok aktif maupun pasif, dapat memicu perubahan DNA sel yang berpotensi berkembang menjadi kanker, dengan risiko yang semakin meningkat seiring lamanya kebiasaan merokok.

3. Konsumsi Alkohol Berlebihan

Konsumsi minuman beralkohol dapat merusak jaringan di rongga mulut. Saat diproses tubuh, alkohol menghasilkan zat yang dapat memicu peradangan dan merusak sel-sel pada lidah. Jika dikonsumsi terus-menerus dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko kanker lidah.

4. Infeksi Virus HPV

Virus Human Papillomavirus (HPV), khususnya tipe 16 dan 18, diketahui dapat meningkatkan risiko kanker di area mulut dan tenggorokan, termasuk lidah. Virus yang umumnya menular melalui kontak seksual ini dapat memicu perubahan sel abnormal jika infeksinya berlangsung lama dan tidak mampu dilawan oleh sistem kekebalan tubuh.

5. Masalah pada Gigi dan Rongga Mulut

Ilustrasi pemeriksaan kanker lidah (Sumber: Freepik)

Kondisi gigi yang tidak rata, berkarang, atau penggunaan gigi palsu yang tidak pas dapat menyebabkan iritasi berulang pada lidah. Jika berlangsung lama, iritasi kronis ini berpotensi menimbulkan luka dan kerusakan jaringan yang dapat meningkatkan risiko kanker lidah.

6. Kurang Konsumsi Buah dan Sayur

Pola makan turut mempengaruhi kesehatan mulut. Kurangnya asupan buah dan sayuran yang kaya vitamin, mineral, dan antioksidan dapat membuat sel lebih rentan rusak. Sementara itu, konsumsi tinggi gula, lemak jenuh, dan makanan olahan juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko berbagai jenis kanker.

7. Kebersihan Mulut yang Buruk

Jarang menyikat gigi atau membersihkan lidah dapat menyebabkan penumpukan bakteri di rongga mulut yang memicu peradangan kronis dan membuat jaringan lidah lebih rentan rusak. Karena itu, menjaga kebersihan mulut secara rutin menjadi langkah sederhana namun penting untuk membantu menurunkan risiko kanker lidah.

Baca juga: Karena Mengalami Kanker Lidah, Wanita Ini Harus Kehilangan Lidahnya

Apakah Kanker Lidah Bisa Disembuhkan?

Kabar baiknya, kanker lidah memiliki peluang sembuh yang cukup besar jika terdeteksi sejak dini. Tingkat harapan hidup pasien dalam lima tahun setelah diagnosis bahkan bisa mencapai sekitar 83 persen.

Namun, peluang tersebut bisa menurun jika penyakit sudah memasuki tahap yang lebih lanjut. Karena itu, penting untuk tidak mengabaikan gejala seperti luka di lidah yang tidak sembuh, nyeri saat menelan, atau perubahan pada jaringan mulut.

Menjalani gaya hidup sehat, menjaga kebersihan mulut, serta melakukan pemeriksaan rutin dapat membantu menurunkan risiko dan mendeteksi masalah lebih awal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ciputrahospital.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU