INDOZONE.ID - Tahukah kamu, minuman pereda batuk sering menjadi pilihan sederhana untuk membantu meredakan tenggorokan yang gatal atau terasa tidak nyaman.
Beberapa minuman hangat bahkan dikenal mampu membantu melegakan saluran napas sekaligus membuat tubuh terasa lebih rileks.
Bahan-bahannya pun mudah ditemukan dan bisa kamu sendiri di rumah.
Berikut beberapa minuman pereda batuk yang bisa dicoba untuk membantu meredakan gejala batuk secara alami:
1. Jahe hangat
Minuman pereda batuk pertama adalah jahe hangat, karena memberikan sensasi hangat yang menenangkan tenggorokan.
Jahe dikenal memiliki sifat antiinflamasi dan antimikroba yang dapat membantu meredakan iritasi pada tenggorokan sekaligus mengurangi frekuensi batuk.
Selain itu, rasa hangat dari jahe juga dapat membantu melegakan saluran napas, terutama jika batuk disertai hidung tersumbat.
Kamu bisa merebus beberapa irisan jahe segar selama beberapa menit, lalu menambahkan sedikit madu agar rasanya lebih nikmat.
2. Teh peppermint
Minuman pereda batuk seperti teh peppermint dikenal mampu memberikan sensasi segar sekaligus menenangkan tenggorokan yang gatal.
Kandungan mentol di dalam peppermint ini memberikan efek dingin yang dapat membantu meredakan refleks batuk.
Baca juga: 5 Jenis Minuman yang Dapat Membantu Penyembuhan ISK, Agar Pemulihan Kamu Cepat!
Tak hanya itu, uap dari teh peppermint hangat juga dapat membantu membuka saluran pernapasan sehingga tubuh kamu akan semakin membaik.
Oleh karena itu, minuman ini cukup membantu jika batuk disertai hidung tersumbat atau rasa tidak nyaman di tenggorokan.
3. Air hangat
Minuman pereda batuk yang paling sederhana adalah air hangat, namun manfaatnya sering kali cukup terasa.
Hal ini dikarenakan suhu hangat dari air dapat membantu menenangkan tenggorokan yang teriritasi dan mengurangi rasa gatal yang memicu batuk terus menerus
Selain itu, minum air hangat juga membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi.
Kondisi ini dapat membantu mengencerkan lendir di saluran pernapasan sehingga dahak lebih mudah dikeluarkan saat batuk berdahak.
4. Yoghurt
Minuman pereda batuk seperti yoghurt bisa menjadi pilihan untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh.
Yoghurt mengandung probiotik yang baik untuk menjaga keseimbangan bakteri baik di dalam tubuh.
Walaupun tidak secara langsung menyembuhkan batuk, konsumsi yoghurt dapat membantu tubuh melawan infeksi yang menjadi penyebabnya.
Dengan daya tahan tubuh yang lebih baik, proses pemulihan biasanya juga bisa berlangsung lebih cepat.
5. Air hangat dengan madu dan lemon
Minuman pereda batuk berupa campuran air hangat, madu, dan lemon sudah lama dikenal sebagai ramuan alami yang membantu meredakan batuk ringan.
Baca juga: 7 Minuman yang Bisa Meredakan Asam Lambung dengan Cepat dan Mudah Ditemukan
Madu dapat membantu melapisi tenggorokan yang iritasi sehingga rasa gatal berkurang.
Sementara itu, lemon kaya vitamin C yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh.
Kombinasi keduanya juga memberi efek hangat dan menenangkan sehingga tidur lebih nyaman meski sedang batuk.
Namun perlu diingat, madu tidak dianjurkan untuk anak di bawah usia 1 tahun karena berisiko menyebabkan botulisme.
6. Susu kunyit
Minuman pereda batuk seperti susu kunyit juga cukup populer dalam pengobatan tradisional.
Minuman hangat ini berasal dari tradisi kesehatan India dan sering dikonsumsi untuk membantu meredakan batuk ringan.
Kunyit ini mengandung senyawa kurkumin yang bersifat antioksidan dan antiradang sehingga dapat membantu mengurangi peradangan di tenggorokan.
Jika tidak cocok dengan susu sapi, kamu bisa menggunakan susu nabati seperti susu almond atau oat.
7. Teh chamomile
Minuman pereda batuk seperti teh chamomile dikenal mampu memberikan efek menenangkan pada tubuh dan tenggorokan.
Teh herbal ini memiliki sifat antiinflamasi yang dapat membantu meredakan iritasi di saluran pernapasan.
Selain itu, chamomile juga sering dikonsumsi untuk membantu tidur lebih nyenyak.
Hal ini bermanfaat bagi penderita batuk yang sering terbangun di malam hari karena rasa tidak nyaman di tenggorokan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline