Minggu, 29 MARET 2026 • 15:15 WIB

Waspada! Infeksi Ternyata Bisa Tingkatkan Risiko Demensia

Author

Ilustrasi penderita demensia (Pixabay/Gerd Altmann)

INDOZONE.ID - Pada suatu studi terbaru mengungkapkan, sejumlah infeksi dan penyakit tertentu, diduga berkontribusi terhadap peningkatan risiko demensia

Meski faktor risiko demensia telah lama diteliti, temuan ini memberikan perspektif baru terkait peran infeksi berat dalam perkembangan penyakit tersebut.

Dikutip dari Medical News Today, penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal PLOS Medicine, dan melibatkan lebih dari 62.000 penderita demensia.

Infeksi Berat Diduga Tingkatkan Risiko Demensia

Penelitian berbasis registri nasional di Finlandia ini, menganalisis data dari 62.555 orang dengan demensia, dan 312.772 kelompok kontrol tanpa demensia. Rata-rata usia peserta adalah 81 tahun.

Para peneliti menelusuri riwayat penyakit hingga 20 tahun, sebelum diagnosis demensia. Mereka mengidentifikasi penyakit yang muncul dengan prevalensi minimal 1 persen pada kasus demensia.

Baca juga: Lupa Nama hingga Sering Tidak Ingat Taruh Barang? Itu Tanda Penuaan Biasa atau Gejala Demensia?

Lalu, mereka mengevaluasi hubungannya dengan risiko penyakit tersebut.

Hasilnya menunjukkan, infeksi berat yang memerlukan perawatan di rumah sakit, dapat menjadi faktor risiko independen terhadap demensia, bahkan setelah memperhitungkan kondisi medis lain.

29 Penyakit Terkait Risiko Demensia

Ilustrasi merawat orang dengan demensia. (Pexels/Andrea Piacquadio)

Secara keseluruhan, peneliti menemukan 29 penyakit yang berhubungan dengan peningkatan risiko demensia. Beberapa di antaranya termasuk:

  • Gangguan mental akibat kerusakan otak
  • Penyakit Parkinson
  • Infeksi bakteri (lokasi tidak spesifik)
  • Sistitis (infeksi saluran kemih)

Menariknya, infeksi seperti sistitis rata-rata terjadi sekitar 6,5 tahun sebelum diagnosis demensia. Sementara infeksi bakteri lainnya, terjadi sekitar 5,5 tahun sebelumnya.

Infeksi Bisa Percepat Penurunan Kognitif

Peneliti utama, Pyry Sipila, menjelaskan, demensia berkembang selama bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun.

Temuan kami menunjukkan bahwa infeksi berat mungkin mempercepat penurunan kognitif yang sudah ada,” ujarnya.

Pendapat serupa disampaikan oleh Brent Masel, yang menyebutkan, infeksi serius hingga membutuhkan rawat inap dapat menjadi faktor risiko tersendiri dalam perkembangan demensia.

Apakah Semua Infeksi Berbahaya?

Meski temuan ini penting, para ahli menekankan, masyarakat tidak perlu panik terhadap infeksi biasa.

Menurut Sipila, orang yang sehat dan mengalami infeksi, tidak otomatis berisiko tinggi mengalami demensia. Namun, pencegahan dan penanganan infeksi menjadi lebih penting, terutama bagi individu yang sudah memiliki risiko penurunan kognitif.

Keterbatasan Studi

Penelitian itu memiliki beberapa keterbatasan, di antaranya:

  • Data hanya berasal dari populasi Finlandia
  • Kemungkinan adanya data yang tidak lengkap atau tidak akurat
  • Tidak membedakan jenis-jenis demensia
  • Tidak menyertakan data fungsi kognitif awal peserta

Selain itu, hubungan yang ditemukan bersifat asosiasi, bukan sebab-akibat langsung.

Baca juga: Awas! Kurang Tidur Ganggu Sistem Pembersih Otak: Bisa Picu Racun Penyebab Demensia ‘Numpuk’

Implikasi untuk Masa Depan

Ahli kesehatan masyarakat, Philip Keiser, menyatakan, penelitian ini membuka peluang baru dalam pencegahan demensia.

"Pencegahan atau pengobatan dini infeksi pada kelompok berisiko mungkin memiliki dampak positif terhadap penyakit ini,” ujarnya.

Namun, Keiser menegaskan, diperlukan penelitian lanjutan, untuk memastikan apakah intervensi tersebut benar-benar dapat mencegah demensia.

Meski demikian, infeksi hanyalah salah satu bagian dari ‘puzzle besar’ faktor risiko demensia. Gaya hidup sehat, pengelolaan penyakit kronis, serta deteksi dini, tetap menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan otak.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Medical News Today

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU