Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 27 JULI 2025 • 13:20 WIB

Lupa Nama hingga Sering Tidak Ingat Taruh Barang? Itu Tanda Penuaan Biasa atau Gejala Demensia?

Lupa Nama hingga Sering Tidak Ingat Taruh Barang? Itu Tanda Penuaan Biasa atau Gejala Demensia?Ilustrasi penderita demensia (Pixabay/Gerd Altmann)

INDOZONE.ID - Siapa yang tidak pernah lupa nama seseorang, keliru meletakkan barang, atau kesulitan menemukan kata yang tepat saat berbicara? 

Namun, seiring meningkatnya kesadaran akan demensia, banyak orang mulai bertanya-tanya, apakah ini hanya gejala penuaan biasa atau tanda awal demensia?

Saat usia bertambah, wajar jika daya ingat sedikit melambat. Kebiasaan lupa sesekali ini dikenal sebagai gangguan daya ingat terkait usia (age-associated memory impairment).

Hal itu merupakan bagian normal dari proses penuaan. Meski terasa menjengkelkan, rupanya gejala ini tidak serta-merta menandakan seseorang mengalami demensia.

Baca juga: Diet MIND Dapat Turunkan Risiko Demensia, Bahkan Jika Diterapkan di Usia Lanjut

Penuaan dan Demensia: Dua Hal yang Berbeda

Dikutip dari Medical Daily, meskipun sering disamakan, demensia dan gejala penuaan normal merupakan dua hal yang sangat berbeda. 

Demensia memang bisa dimulai dengan gangguan daya ingat ringan, tetapi gejalanya akan terus memburuk dari waktu ke waktu. Pada lansia sehat, lupa biasanya bersifat sesekali dan menyangkut memori masa lalu yang lebih jauh. 

Sebaliknya, orang dengan demensia cenderung kesulitan mengingat hal-hal baru. Misal, percakapan yang baru saja terjadi, atau mengenali orang yang baru mereka temui.

Lupa Nama hingga Sering Tidak Ingat Taruh Barang? Itu Tanda Penuaan Biasa atau Gejala Demensia?Ilustrasi merawat orang dengan demensia. (Pexels/Andrea Piacquadio)

Demensia bukan hanya soal lupa. Gangguan ini juga disertai dengan kebingungan, kesulitan menjalani aktivitas harian, gangguan bahasa dan pemahaman, serta perubahan perilaku yang mencolok. 

Dalam jangka panjang, demensia akan memengaruhi kemandirian, dan kualitas hidup seseorang secara signifikan.

Pentingnya Diagnosis oleh Profesional

Perlu diingat, gejala seperti lupa atau kebingungan saja belum cukup untuk menyimpulkan seseorang mengidap demensia. Diagnosis hanya dapat ditegakkan oleh tenaga kesehatan melalui evaluasi menyeluruh. 

Proses ini biasanya mencakup riwayat kesehatan, tes kognitif, pemeriksaan fisik, dan dalam beberapa kasus, pencitraan otak untuk menyingkirkan penyebab lain.

Masalah daya ingat juga bisa disebabkan berbagai faktor lain. Misal, cedera kepala (termasuk gegar otak), infeksi atau tumor otak, gangguan tiroid atau organ tubuh lainnya, 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Medical Daily

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Lupa Nama hingga Sering Tidak Ingat Taruh Barang? Itu Tanda Penuaan Biasa atau Gejala Demensia?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!