INDOZONE.ID - Kacang-kacangan dikenal sebagai salah satu camilan sehat. Sebab, camilan ini kaya akan nutrisi penting, mulai dari lemak sehat, serat, hingga vitamin dan mineral.
Namun, kandungan kalorinya yang tinggi sering memicu kekhawatiran, apakah konsumsi kacang berlebihan bisa menyebabkan kenaikan berat badan?
Seorang dokter ahli bedah asal Inggris, Karan Rajan, memberikan penjelasan, hubungan antara kacang dan berat badan tidak sesederhana yang dibayangkan.
Bahkan, dalam banyak kasus, konsumsi kacang justru tidak menyebabkan kenaikan berat badan.
Baca juga: Waspada Moms! Begini Cara Kenali Anak Alergi Kacang yang Bisa Bikin Panik
Tubuh Tidak Menyerap Semua Kalori dari Kacang
Dikutip Hindustan Times, menurut Rajan, tubuh manusia tidak menyerap 100 persen kalori dari kacang. Jumlah kalori yang benar-benar diserap dapat berbeda, tergantung pada cara konsumsi dan kondisi pencernaan masing-masing individu.
Ia menjelaskan, satu genggam almond mungkin mengandung sekitar 170 kalori, tapi tidak seluruhnya diserap oleh tubuh.
Sejumlah penelitian terkontrol yang melibatkan ribuan peserta menunjukkan, konsumsi kacang tidak berkaitan dengan peningkatan berat badan.
Bahkan, orang yang rutin mengonsumsi kacang dua kali seminggu, cenderung lebih kecil risikonya mengalami kenaikan berat badan, dibandingkan mereka yang menghindarinya.
Struktur Kacang Membatasi Penyerapan Lemak
Salah satu alasan utama adalah, struktur alami kacang. Lemak dalam kacang tersimpan dalam dinding sel yang kuat, sehingga tidak seluruhnya dapat dipecah oleh sistem pencernaan.
Akibatnya, sebagian lemak tersebut justru melewati sistem pencernaan tanpa diserap. Hal ini membuat jumlah kalori yang benar-benar masuk ke tubuh, lebih rendah dari yang tertera pada label kemasan.
Pengolahan Kacang Pengaruhi Kalori yang Diserap
Penelitian juga menunjukkan, cara pengolahan kacang berpengaruh terhadap jumlah kalori yang diserap tubuh. Semakin banyak kacang diproses, semakin tinggi kalori yang dapat diserap.
Sebagai contoh pada almond:
- Almond utuh: sekitar 4,6 kalori per gram
- Almond panggang dan cincang: sekitar 5 kalori per gram
- Selai almond: sekitar 6,1 kalori per gram
Artinya, kacang dalam bentuk utuh memberikan kalori paling rendah dibandingkan bentuk olahannya.
Peran Sistem Pencernaan Setiap Individu
Selain faktor pengolahan, kemampuan pencernaan setiap orang juga berbeda. Komposisi bakteri usus, cara mengunyah, hingga kondisi metabolisme dapat memengaruhi jumlah kalori yang diserap tubuh.
Dalam beberapa kasus ekstrem, jumlah kalori yang diserap dari porsi kacang yang sama bisa sangat berbeda antar individu.
Baca juga: Dua Porsi Kacang Tanah per Hari Ternyata Bisa Tingkatkan Kesehatan Otak Lansia
Perlu Konsumsi Secara Wajar
Meski kacang tidak secara langsung menyebabkan kenaikan berat badan, konsumsi berlebihan tetap tidak dianjurkan. Seperti makanan lainnya, keseimbangan tetap menjadi kunci.
Dalam porsi yang wajar, kacang merupakan sumber nutrisi yang sangat baik untuk kesehatan. Terlebih, lemak sehat untuk jantung, serat untuk pencernaan, serta berbagai vitamin dan antioksidan.
Oleh karena itu, dengan konsumsi yang bijak, kacang tetap menjadi pilihan camilan sehat, dan dapat mendukung pola makan seimbang, serta gaya hidup sehat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hindustan Times