Kacang tanah (Pexels/Shattha pilabut)
INDOZONE.ID - Sebuah studi terbaru dari Maastricht University Medical Center, Belanda, mengungkapkan, konsumsi dua porsi kacang tanah setiap hari, dapat membantu menunjang kesehatan otak pada orang dewasa yang lebih tua atau lansia.
Temuan ini muncul, di tengah meningkatnya jumlah penderita Alzheimer di Amerika Serikat. Kondisi itu diperkirakan mencapai lebih dari 7 juta orang pada 2025, tanpa adanya terapi penyembuhan.
Dikutip dari Medical News Today, penelitian tersebut meneliti pengaruh kacang tanah panggang berkulit, terhadap kesehatan otak.
Para peneliti menemukan, konsumsi kacang tanah dapat meningkatkan aliran darah ke otak. Terlebih, pada area yang terkait dengan fungsi memori dan kemampuan berpikir.
Meski bukan merupakan bentuk pengobatan penurunan kognitif, hasil ini menunjukkan, konsumsi kacang tanah secara rutin berpotensi memberikan dukungan jangka panjang terhadap fungsi otak.
Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Clinical Nutrition.
Baca juga: Gak Nyangka! Kenalin Kacang Tanah ke Bayi Justru Bikin Mereka Tidak Alergi?
Penelitian tersebut melibatkan orang dewasa berusia 60–75 tahun, untuk melihat bagaimana konsumsi kacang tanah memengaruhi fungsi vaskular, termasuk aliran darah ke otak.
Menurut American Brain Foundation, aliran darah yang lancar, sangat penting untuk membawa oksigen serta nutrisi yang dibutuhkan dalam proses memori, fokus, dan pemecahan masalah.
Penelitian sebelumnya menunjukkan, penurunan aliran darah otak dapat berkontribusi pada perkembangan Alzheimer. Karena itu, perubahan pola makan kerap direkomendasikan sebagai langkah pencegahan.
Kacang tanah dipilih dalam studi ini karena mengandung sejumlah nutrisi penting bagi kesehatan jantung, dan pembuluh darah, seperti:
Ilustrasi kacang tanah. (FREEPIK)
Peneliti tersebut menggunakan kacang tanah panggang berkulit. Sebab, kulit kacang mengandung serat tambahan, protein, serta senyawa antioksidan.
Studi ini melibatkan 31 laki-laki dan perempuan sehat berusia 60–75 tahun, yang memiliki berat badan stabil dan indeks massa tubuh dalam rentang normal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical News Today