Senin, 04 MEI 2026 • 15:45 WIB

Serangan Jantung Bisa Mematikan dalam 30 Menit, Ini Pentingnya Penanganan Cepat

Author

Serangan jantung. (Photo/Ilustrasi/Pixabay)

INDOZONE.ID - Serangan jantung merupakan kondisi kritis, di mana setiap menit sangat menentukan antara hidup dan mati. Karena itu, penanganan yang cepat dan tepat sangat diperlukan.

Di Indonesia lebih dari 650.000 jiwa per tahun mengalami penyakit kardiovaskular, termasuk jantung iskemik dan stroke.

Serangan Jantung merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Serangan jantung banyak dialami orang-orang usia muda dan produktif. Tingginya tingkat kematian bisa terjadi karena banyak masyarakat yang belum paham dengan kerusakan otot jantung yang bisa terjadi hanya dalam waktu  20–30 menit. Setelah 30 menit, bisa meningkatkan 7-10% risiko kematian.

Baca juga: Waspada! Ini Cara Mencegah Serangan Jantung Setelah Olahraga Berat

Kesiapan Rumah Sakit

Penanganan kegawatdaruratan jantung harus cepat dan tepat untuk menyelamatkan nyawa. Di rumah sakit  “time is muscle” (semakin cepat aliran darah dipulihkan, semakin banyak otot jantung terselamatkan). 

Chief Medical Officer Siloam International Hospitals Dr. Grace Frelita M.M menjelaskan, pada pasien dengan serangan jantung berlanjut, tindakan yang langsung dapat dilakukan adalah cath-lab. Prosesnya sangat cepat, yaitu kurang dari 90 menit sejak pasien pertama ditangani.

“Tindakan yang kami lakukan adalah dengan PCI (Percutaneous Coronary Intervention) di Cath Lab sebagai prosedur non-bedah untuk membuka sumbatan pada pembuluh darah jantung menggunakan kateter yang dilengkapi balon dan stent (ring),” ujarnya dalam acara Siloam International Hospitals peerkuat Layanan Chest Pain Ready Hospital di Jakarta.

Baca juga: Cara Membedakan Sesak Napas Gejala Serangan Jantung dan Gerd, Biar Nggak Bingung Walaupun Mirip!

Cath lab, kata Garace, berguna untuk mengembalikan aliran darah ke otot jantung yang terhambat dengan tepat. Sehingga dapat mengurangi kerusakan jaringan jantung, meredakan gejala seperti nyeri dada, serta secara signifikan meningkatkan peluang keselamatan dan pemulihan pasien. 

“Maka dari itu, penanganan pada pasien serangan jantung memang bertaruh dengan kecepatan dan ketepatan,” tambahnya.

Dengan penanganan yang efisien dan dibantu layanan medis, peluang keselamatan pasien dapat meningkat secara signifikan. Selain itu, penting bagi masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala awal seperti nyeri dada, sesak napas, atau rasa tidak nyaman di area tubuh tertentu, serta segera mencari pertolongan medis.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU