Selasa, 05 MEI 2026 • 20:00 WIB

Plastik vs Kaca: Mana Wadah Makanan yang Lebih Aman dan Awet? Ini Penjelasan Menurut Para Ahli

Author

Wadah makanan dari kaca (Magnific)

INDOZONE.ID - Di dapur, kita sering berpikir simpel: asal ada wadah untuk menyimpan makanan, beres. Plastik jadi pilihan paling umum karena murah, ringan, dan mudah dipakai.

Tapi belakangan, wadah kaca mulai “naik kelas” dan jadi pilihan banyak orang yang lebih peduli soal kesehatan. Bukan sekadar gaya, ternyata ada alasan ilmiah di baliknya yang bikin banyak orang mulai berpikir dua kali sebelum pakai plastik lagi.

Katanya Lebih Awet, Tapi Apa Iya Kaca Bikin Makanan Lebih Segar?

Menurut ahli pangan, wadah kaca yang punya tutup rapat bisa membantu menjaga makanan tetap lebih “stabil” di kulkas.

Kenapa? Karena kaca itu tidak berpori dan tidak bereaksi dengan makanan. Artinya, dia nggak gampang menyerap bau, cairan, atau “memberi efek” ke makanan di dalamnya. Hasilnya, makanan bisa tetap terjaga kondisinya lebih baik selama disimpan di kulkas.

Tapi jangan salah, ini bukan cuma soal kaca atau plastik saja. Kunci paling penting sebenarnya ada di tutup wadahnya. Kalau segelnya rapat, makanan bisa tetap awet, apa pun bahannya.

Baca juga: Ini Bahaya Penggunaan Styrofoam Sebagai Wadah Makanan

Fakta yang Bikin Waswas: Plastik Bisa Melepas Mikro Partikel Saat Dipanaskan

Nah, ini bagian yang bikin banyak orang mulai “switch” ke kaca.

Saat wadah plastik dipakai untuk memanaskan makanan, terutama di microwave ada kemungkinan kecil partikel mikroplastik ikut lepas ke dalam makanan.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa bahan kimia dalam plastik bisa berpindah ke makanan, terutama kalau wadah sering dipakai dalam kondisi panas atau tidak sesuai fungsi.

Walaupun dampaknya terhadap kesehatan masih terus diteliti, para ahli sepakat satu hal: lebih baik mengurangi paparan jika memungkinkan.

Bukan Cuma Bahan, Tapi Cara Pakai Juga Penting Banget

Kalau kamu masih pakai plastik, bukan berarti harus langsung dibuang semua. Yang paling penting adalah cara pakainya:

  • Jangan dipakai sembarangan di microwave (kalau tidak aman)
  • Hindari panas berlebihan
  • Perhatikan label penggunaan

Sementara itu, wadah kaca memang lebih fleksibel untuk pemanasan, termasuk microwave dan bahkan oven (tergantung jenisnya).

Tapi ada satu kekurangannya: kaca lebih berat dan bisa pecah kalau tidak hati-hati.

Lebih Mahal, Tapi Katanya Lebih “Worth It”

Ilustrasi wadah kaca (Magnific)

Kalau soal harga, wadah kaca memang biasanya lebih mahal dibanding plastik. Tapi banyak ahli bilang ini termasuk investasi jangka panjang karena lebih tahan lama, tidak mudah berubah bentuk, lebih mudah dibersihkan, dan tidak mudah menyerap bau.

Sedangkan plastik murah sering kali cepat rusak, terutama kalau sering dipanaskan atau dimasukkan ke mesin pencuci piring.

Baca juga: Makanan dari Wadah Plastik Bisa Picu Penyakit Jantung? Ini Penjelasannya

Jadi Harus Ganti Semua ke Kaca?

Jawabannya: nggak harus.

Yang lebih penting adalah kamu tahu fungsi dan batasan masing-masing wadah. Plastik masih oke untuk penggunaan ringan. Kaca lebih ideal untuk pemanasan dan penyimpanan jangka panjang.

Dan yang paling penting: sesuaikan dengan kebiasaan kamu di dapur!

Hal Kecil di Dapur yang Bisa Berdampak Besar

Wadah makanan mungkin terlihat sepele, tapi ternyata punya pengaruh pada cara kita menyimpan dan memanaskan makanan setiap hari.

Dengan semakin banyaknya perhatian soal mikroplastik dan keamanan makanan, nggak heran kalau wadah kaca mulai jadi pilihan favorit baru. Karena kadang, perubahan kecil di dapur bisa jadi langkah besar untuk kesehatan jangka panjang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Abc.net.au

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU