INDOZONE.ID - Gagal ginjal akut (acute kidney injury/AKI) merupakan, kondisi ketika ginjal yang tiba-tiba tidak mampu menyaring limbah dari darah secara optimal.
Akibatnya, zat sisa berbahaya dapat menumpuk di dalam tubuh, dan mengganggu keseimbangan kimia darah.
Kondisi ini sebelumnya dikenal sebagai gagal ginjal akut. Gagal ginjal akut paling sering terjadi pada pasien yang dirawat di rumah sakit, terutama mereka yang membutuhkan perawatan intensif.
Tingkat keparahannya bervariasi, dari ringan hingga berat. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat berakibat fatal.
Namun, pada sebagian kasus, fungsi ginjal masih dapat pulih, terutama pada individu dengan kondisi kesehatan yang sebelumnya baik.
Baca juga: Jenis dan Tips Memilih Herbal untuk Gagal Ginjal: Mana yang Mulai Banyak Dicari Pasien di 2025?
Gejala Gagal Ginjal Akut
Dikutip dari Mayo Clinic, gejala cedera ginjal akut dapat berbeda-beda pada setiap orang. Beberapa tanda yang umum muncul antara lain:
- Penurunan jumlah urine
- Penumpukan cairan yang menyebabkan sesak napas dan pembengkakan di kaki atau pergelangan
- Kelelahan
- Kebingungan atau penurunan kesadaran
- Mual
- Nyeri perut atau nyeri di area pinggang bawah
- Kelemahan otot
- Detak jantung tidak teratur
- Gatal-gatal
- Kehilangan nafsu makan
- Nyeri dada atau tekanan di dada
- Kejang atau koma pada kasus berat
Pada beberapa kasus, kondisi ini tidak menimbulkan gejala, dan baru terdeteksi melalui pemeriksaan laboratorium.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksakan diri ke dokter atau cari pertolongan darurat, jika mengalami gejala yang mengarah pada gagal ginjal akut.
Penyebab Gagal Ginjal Akut
Gagal ginjal akut dapat terjadi akibat beberapa kondisi utama, yaitu:
1. Aliran darah ke ginjal berkurang
Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan hal ini meliputi:
- Dehidrasi (kekurangan cairan)
- Infeksi berat, termasuk sepsis
- Kehilangan darah atau cairan dalam jumlah besar
- Tekanan darah sangat rendah
- Serangan jantung atau gagal jantung
- Penyakit hati seperti sirosis
- Reaksi alergi berat (anafilaksis)
- Luka bakar parah
- Penggunaan obat tertentu seperti aspirin, ibuprofen, atau naproxen
2. Kerusakan langsung pada ginjal
Kerusakan ini dapat disebabkan oleh:
- Peradangan pada ginjal (glomerulonefritis)
- Infeksi, termasuk COVID-19
- Paparan racun seperti alkohol, logam berat, atau kokain
- Penyakit autoimun seperti lupus
- Penggumpalan darah di pembuluh ginjal
- Sindrom hemolitik uremik
- Penyakit langka seperti skleroderma
- Kerusakan otot (rhabdomiolisis)
- Penghancuran sel tumor (tumor lysis syndrome)
3. Sumbatan saluran kemih
Kondisi yang menghambat aliran urine antara lain:
- Batu ginjal
- Pembesaran prostat
- Gumpalan darah di saluran kemih
- Kanker kandung kemih, prostat, serviks, atau usus besar
- Tumor yang menekan ureter
- Gangguan saraf pada kandung kemih
Faktor Risiko
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko gagal ginjal akut meliputi:
- Penyakit ginjal kronis
- Usia lanjut
- Perawatan di rumah sakit, terutama di ICU
- Diabetes yang tidak terkontrol
- Tekanan darah tinggi
- Gagal jantung
- Penyakit hati
- Penyakit pembuluh darah perifer
- Kanker dan pengobatannya
Komplikasi yang Mungkin Terjadi
Gagal ginjal akut dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti:
- Penumpukan cairan di paru-paru (menyebabkan sesak napas)
- Peradangan pada selaput jantung (nyeri dada)
- Kelemahan otot akibat ketidakseimbangan elektrolit
- Kerusakan ginjal permanen (gagal ginjal tahap akhir)
- Kematian pada kasus berat
Baca juga: Waspada! Konsumsi Obat Nyeri Berlebihan Bisa Picu Gagal Ginjal Akut
Cara Mencegah Gagal Ginjal Akut
Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko antara lain:
- Segera mengobati infeksi berat
- Mengelola penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi
- Mengonsumsi obat sesuai anjuran
- Membaca label obat pereda nyeri sebelum digunakan
- Menjalani gaya hidup sehat, termasuk pola makan seimbang dan aktivitas fisik
- Membatasi konsumsi alkohol
Diagnosis
Untuk memastikan diagnosis, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:
- Tes darah untuk melihat kadar ureum dan kreatinin
- Pengukuran jumlah urine Tes urine (urinalisis)
- Pemeriksaan pencitraan seperti USG atau CT scan
- Biopsi ginjal (pengambilan sampel jaringan ginjal)
Pengobatan Gagal Ginjal Akut
Penanganan cedera ginjal akut biasanya memerlukan perawatan di rumah sakit. Lama perawatan tergantung pada penyebab dan kondisi pasien.
1. Mengatasi penyebab utama
Dokter akan mencari dan mengatasi penyebab kerusakan ginjal, termasuk menghentikan obat yang berpotensi merusak ginjal.
2. Mencegah komplikasi
Selama proses pemulihan, pasien dapat menerima:
- Cairan infus untuk menjaga keseimbangan cairan
- Obat diuretik untuk mengurangi kelebihan cairan
- Obat pengontrol kalium untuk mencegah gangguan jantung
- Terapi kalsium jika kadar terlalu rendah
- Dialisis (cuci darah) untuk membuang racun sementara
Pola Hidup dan Pola Makan
Selama masa pemulihan, pasien mungkin perlu menjalani pola makan khusus yang ramah ginjal. Ahli gizi dapat membantu menyusun pola makan, seperti:
- Mengonsumsi makanan rendah kalium (apel, wortel, nasi putih)
- Menghindari makanan tinggi garam
- Membatasi asupan fosfor (soda gelap, susu, oatmeal)
Setelah kondisi membaik, pola makan dapat kembali normal, namun tetap dianjurkan menjaga gaya hidup sehat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mayo Clinic