INDOZONE.ID - Gagal hati akut merupakan kondisi serius, ketika fungsi hati menurun secara drastis dalam waktu singkat. Bahkan, bisa turun hanya dalam hitungan hari atau minggu.
Berbeda dengan gagal hati kronis yang berkembang perlahan, kondisi ini umumnya terjadi pada orang yang sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit hati.
Penyebab paling umum gagal hati akut adalah, infeksi virus hepatitis dan penggunaan obat tertentu. Terutama overdosis acetaminophen atau paracetamol.
Meski tergolong jarang, kondisi ini merupakan keadaan darurat medis, yang membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit.
Gagal hati akut dapat memicu komplikasi berat, seperti perdarahan hingga pembengkakan otak akibat peningkatan tekanan di dalam kepala.
Dalam beberapa kasus, kondisi ini masih bisa dipulihkan dengan pengobatan. Namun, pada situasi tertentu, transplantasi hati menjadi satu-satunya pilihan untuk menyelamatkan nyawa pasien.
Baca juga: Mengenal Transplantasi Hati, Penyakit yang Diduga Penyebab Kematian Aktris Michelle Trachtenberg
Gejala Gagal Hati Akut
Dikutip dari Mayo Clinic, gejala gagal hati akut dapat berkembang sangat cepat. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
- Kulit dan bagian putih mata menguning (jaundice)
- Nyeri di perut kanan atas
- Perut membengkak akibat penumpukan cairan (asites)
- Mual dan muntah
- Tubuh terasa lemas dan tidak enak badan
- Kebingungan atau perubahan kesadaran
- Mengantuk berlebihan
- Napas berbau manis atau apek
- Tremor atau gemetar
Pada kondisi berat, pasien juga dapat mengalami perubahan perilaku, gangguan mental, hingga penurunan kesadaran.
Kapan Harus ke Dokter?
Gagal hati akut dapat berkembang dengan sangat cepat, bahkan pada orang yang sebelumnya sehat. Segera cari pertolongan medis apabila muncul gejala seperti:
- Mata atau kulit mendadak menguning
- Nyeri hebat di perut kanan atas
- Perubahan perilaku atau kebingungan mendadak
- Penurunan kesadaran
Penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi fatal.
Penyebab Gagal Hati Akut
Gagal hati akut terjadi ketika sel-sel hati mengalami kerusakan berat, sehingga tidak mampu menjalankan fungsinya. Beberapa penyebab yang paling sering ditemukan meliputi:
1. Overdosis Acetaminophen atau Paracetamol
Mengonsumsi acetaminophen dalam dosis terlalu tinggi, merupakan penyebab utama gagal hati akut di banyak negara. Kondisi ini bisa terjadi setelah satu kali overdosis besar atau penggunaan dosis tinggi selama beberapa hari berturut-turut.
2. Hepatitis dan Infeksi Virus
Infeksi hepatitis A, hepatitis B, dan hepatitis E dapat meningkatkan risiko gagal hati akut. Virus lain seperti Epstein-Barr, cytomegalovirus, dan herpes simplex juga dapat memicu kerusakan hati.
3. Obat-obatan Tertentu
Beberapa obat resep, seperti antibiotik, obat antikejang, dan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), dapat menyebabkan kerusakan hati.
4. Suplemen Herbal
Produk herbal tertentu seperti kava, ephedra, skullcap, dan pennyroyal diketahui berhubungan dengan gagal hati akut.
5. Paparan Racun
Jamur liar beracun seperti Amanita phalloides, bahan kimia industri, serta zat beracun tertentu dapat menyebabkan kerusakan hati parah.
Baca juga: Waspada! Ini 5 Tanda Adanya Fatty Liver di Tubuh Kamu
6. Penyakit Autoimun
Pada hepatitis autoimun, sistem kekebalan tubuh menyerang sel hati dan menyebabkan peradangan serius.
7. Gangguan Pembuluh Darah Hati
Penyakit seperti sindrom Budd-Chiari dapat menghambat aliran darah di hati dan memicu gagal hati akut.
8. Penyakit Metabolik dan Kanker
Penyakit Wilson, fatty liver akut pada kehamilan, serta kanker hati juga dapat menjadi penyebab.
9. Sepsis dan Syok
Infeksi berat yang menyebabkan syok dapat menurunkan aliran darah ke hati sehingga memicu kegagalan organ.
10. Heat Stroke
Aktivitas fisik ekstrem di lingkungan panas juga dapat menyebabkan gagal hati akut.
Faktor Risiko
Beberapa kondisi yang meningkatkan risiko gagal hati akut antara lain:
- Perempuan lebih berisiko mengalami kondisi ini
- Riwayat hepatitis virus
- Penyakit metabolik
- Penyakit autoimun
- Kanker
- Penggunaan obat tertentu dalam jangka panjang
Komplikasi Gagal Hati Akut
Gagal hati akut dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti:
- Pembengkakan Otak: Penumpukan cairan di otak dapat memicu tekanan tinggi yang menyebabkan kejang hingga koma.
- Gangguan Perdarahan: Hati yang rusak tidak mampu memproduksi faktor pembekuan darah secara optimal sehingga risiko perdarahan meningkat.
- Infeksi: Pasien lebih rentan mengalami infeksi pada darah, saluran pernapasan, maupun saluran kemih.
- Gagal Ginjal: Kerusakan hati sering disertai gangguan fungsi ginjal, terutama pada kasus overdosis obat.
Cara Mencegah Gagal Hati Akut
Menjaga kesehatan hati menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko gagal hati akut. Berikut beberapa upaya pencegahan yang dapat dilakukan:
- Gunakan obat sesuai dosis anjuran
- Hindari konsumsi alkohol berlebihan
- Jangan menggunakan narkoba suntik
- Gunakan alat pelindung saat berhubungan seksual
- Lakukan vaksin hepatitis A dan B bila diperlukan
- Hindari konsumsi jamur liar yang tidak dikenal
- Gunakan masker dan sarung tangan saat memakai bahan kimia
- Jaga berat badan ideal untuk mencegah fatty liver
Diagnosis Gagal Hati Akut
Dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan untuk memastikan diagnosis, antara lain:
- Tes Darah: Digunakan untuk menilai fungsi hati dan kemampuan pembekuan darah.
- Pemeriksaan Pencitraan: USG, CT scan, atau MRI dapat membantu melihat kerusakan hati dan mencari penyebabnya.
- Biopsi Hati: Pengambilan sampel jaringan hati dilakukan untuk mengetahui tingkat kerusakan dan penyebab pasti penyakit.
Penanganan Gagal Hati Akut
Ada beberapa tahapan dalam proses penanganan atau penyembuhan gagal hati akut ini. Di antaranya:
- Pengobatan Gagal Hati Akut: Sebagian besar pasien membutuhkan perawatan di ruang intensif rumah sakit.
- Mengatasi Penyebab Kerusakan Hati: Dokter akan menangani penyebab utama, seperti menghentikan obat tertentu atau memberikan terapi khusus untuk overdosis.
- Pemberian Obat Penawar Racun: Pada overdosis acetaminophen, pasien biasanya diberikan acetylcysteine untuk membantu melindungi hati.
- Mengatasi Komplikasi: Perawatan juga difokuskan untuk mengurangi tekanan di otak, mencegah infeksi, dan mengontrol perdarahan.
- Transplantasi Hati: Jika hati tidak dapat pulih, transplantasi hati menjadi pilihan utama untuk menyelamatkan pasien.
Pola Hidup Sehat Penting untuk Menjaga Fungsi Hati
Hati merupakan organ vital yang berperan penting dalam menyaring racun dan menjaga metabolisme tubuh. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kesehatan hati dan mencegah kerusakan serius.
Misal, melalui pola hidup sehat, penggunaan obat yang bijak, dan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Gagal hati akut memang tergolong langka, tapi kondisi ini dapat berkembang sangat cepat dan mengancam nyawa. Mengenali gejala sejak dini dan segera mencari pertolongan medis dapat meningkatkan peluang pemulihan pasien.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mayo Clinic