Rabu, 20 MEI 2026 • 17:40 WIB

Dinkes Mataram Tegaskan Tak Ada Instruksi Swab Massal Hantavirus

Author

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Emirald Isfihan. (ANTARA/Nirkomala)

INDOZONE.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram menegaskan hingga saat ini belum ada instruksi resmi dari pemerintah terkait pelaksanaan tes swab atau PCR massal untuk hantavirus. Penegasan tersebut disampaikan menyusul beredarnya informasi di masyarakat mengenai kewajiban pemeriksaan massal terkait virus tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, Emirald Isfihan, mengatakan pemerintah sejauh ini hanya mengeluarkan surat edaran terkait peningkatan kewaspadaan serta penguatan sistem screening dan surveilans di fasilitas kesehatan maupun pintu masuk negara.

“Hingga saat ini tidak ada perintah resmi baik dari Dinas Kesehatan maupun Kementerian Kesehatan untuk melakukan pemeriksaan swab secara massal,” ujar Emirald di Mataram, Rabu (20/5/2026).

Ia menjelaskan surat edaran dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tertanggal 10 Mei 2026 lebih berfokus pada langkah kewaspadaan dini, pembagian tugas pengawasan, serta penguatan screening aktif di fasilitas kesehatan, laboratorium, dan area karantina kesehatan di bandara.

Baca juga: Dinkes DKI Pantau Enam Kasus Suspek Hantavirus di Jakarta

Menurutnya, pengawasan kini diperketat di jalur kedatangan, terutama di bandara. Pemeriksaan lanjutan hanya akan dilakukan terhadap warga atau pelaku perjalanan yang menunjukkan gejala mencurigakan sesuai prosedur kesehatan yang berlaku.

“Pengawasan diperketat di jalur masuk seperti di bandara. Jika ada warga yang mencurigakan atau terindikasi bergejala, barulah dilakukan diagnosa sesuai prosedur yang ada,” katanya.

Emirald juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya karena dapat memicu keresahan di tengah masyarakat. Ia meminta warga hanya merujuk pada informasi resmi dari pemerintah.

“Kami minta masyarakat tetap merujuk pada akun dan sumber informasi resmi milik pemerintah, seperti Dinas Kesehatan atau Kementerian Kesehatan,” ujarnya.

Baca juga: Virus Andes Hantavirus Bisa Menular Antarmanusia, CDC AS Sebut Penyebarannya Sulit

Ia menjelaskan hantavirus bukan penyakit baru dan memiliki karakteristik yang mirip dengan leptospirosis karena sama-sama berkaitan dengan paparan tikus, terutama melalui kotoran maupun air kencing tikus di area banjir atau genangan air.

Gejala yang umum muncul antara lain demam, mual, muntah, batuk, flu, hingga gangguan pernapasan.

“Ini penyakit lama, hampir sama dengan leptospirosis yang bersumber dari tikus. Upaya kita adalah bagaimana menjaga kebersihan diri dan lingkungan,” kata Emirald.

Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Mataram mengingatkan pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), termasuk rutin mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan, serta membersihkan diri menggunakan sabun setelah beraktivitas di area yang tergenang air atau dekat saluran air.

Ia memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus hantavirus di wilayah Kota Mataram.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU