Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 09 MEI 2026 • 12:09 WIB

Mengenal Andes Virus, Hantavirus dengan Risiko Penularan Antarmanusia

Mengenal Andes Virus, Hantavirus dengan Risiko Penularan AntarmanusiaIlustrasi virus andes dan hantavirus. (Copilot) 

INDOZONE.ID - Andes virus belakangan ramai dibicarakan karena dikaitkan dengan potensi ancaman pandemi hantavirus. Meski berbahaya, otoritas kesehatan dunia menegaskan risiko penyebaran luas tetap rendah.

Andes virus adalah salah satu jenis hantavirus yang ditemukan di Amerika Selatan, terutama di Argentina dan Chile. 

Virus ini dapat menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), penyakit pernapasan akut dengan tingkat fatalitas tinggi. Menurut World Health Organization (WHO), kasus HPS di Amerika memiliki fatality rate hingga 50%.  

Yang membuat Andes virus berbeda adalah kemampuannya menular antarmanusia, sesuatu yang tidak ditemukan pada hantavirus lain. Namun, penularan ini hanya terjadi dalam kontak erat dan berkepanjangan.

Baca juga: Asuransi Kesehatan Jadi Kebutuhan Keluarga Muda

Cara Penularan

Penularan utama terjadi melalui kontak dengan urin, kotoran, atau air liur tikus yang terinfeksi. Selain itu, permukaan yang terkontaminasi juga bisa menjadi sumber paparan. 

Penularan antarmanusia memang terbukti, tetapi Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menegaskan bahwa kasusnya jarang dan tidak seefisien virus pernapasan lain seperti influenza atau COVID-19.  

Gejala Klinis

Gejala awal biasanya mirip flu: demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, muntah, hingga diare. Dalam beberapa hari, gejala bisa berkembang menjadi batuk, sesak napas, dan nyeri dada. 

Masa inkubasi berkisar 4–42 hari setelah paparan. Kondisi dapat memburuk cepat menjadi gangguan paru-paru serius.

Baca juga: Ciri-ciri Janin Tidak Berkembang di Awal Kehamilan, Apa Saja?

Situasi Terkini

Kasus terbaru muncul di kapal pesiar MV Hondius, dengan 8 kasus terkonfirmasi dan 3 kematian. WHO menilai risiko terhadap masyarakat umum tetap rendah, meski pengawasan ketat dilakukan.  

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan mencatat 23 kasus hantavirus sepanjang 2024–2026 di sembilan provinsi, dengan tiga kematian. Kasus ini tidak terkait dengan wabah di kapal pesiar, melainkan sporadis.

Risiko Pandemi

Meski Andes virus bisa menular antarmanusia, tingkat penularannya sangat rendah. WHO menegaskan bahwa insiden ini serius, tetapi risiko pandemi global tetap kecil. CDC bahkan hanya menetapkan Level 3 Emergency Response, level terendah dalam sistem tanggap darurat mereka.  

Baca juga: Hal yang Harus Disiapkan Sebelum Persalinan Normal, Jangan Sampai Terlewat

Andes virus adalah hantavirus berbahaya dengan kemampuan penularan antarmanusia, tetapi kasusnya jarang dan terbatas. WHO menilai risiko pandemi global rendah, sementara di Indonesia kasus masih sporadis. 

Andes virus memang ancaman kesehatan, tetapi bukan ancaman pandemi massal seperti COVID-19. Langkah praktis bagi masyarakat adalah menjaga kebersihan lingkungan, menghindari kontak dengan tikus, dan segera memeriksakan diri bila muncul gejala pernapasan setelah kemungkinan paparan.  

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Cdc.gov

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mengenal Andes Virus, Hantavirus dengan Risiko Penularan Antarmanusia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!