Kamis, 21 MEI 2026 • 13:05 WIB

Bukan Olahraga! Tidur Ternyata Bisa Efektif Turunkan Risiko Depresi hingga 50 Persen

Author

Ilustrasi tidur untuk mengatasi depresi. (freepik.com)

INDOZONE.ID - Ternyata bukan olahraga atau diet duluan yang paling berpengaruh! Depresi jadi salah satu masalah kesehatan mental yang makin sering dialami banyak orang, terutama di tengah tekanan hidup, pekerjaan, sampai kebiasaan overthinking yang sulit dihentikan.

Namun siapa sangka, ada satu kebiasaan sederhana yang ternyata punya dampak besar untuk menjaga kesehatan mental tetap stabil. 

Bahkan menurut penelitian terbaru, kebiasaan tidur disebut bisa membantu menurunkan risiko depresi hingga hampir 50 persen.

Bukan soal terapi mahal atau liburan mewah, jawabannya adalah: kualitas tidur.

Baca juga: Dinkes Mataram Tegaskan Tak Ada Instruksi Swab Massal Hantavirus

Penelitian Besar Bongkar Kebiasaan yang Sering Disepelekan

Studi yang dipublikasikan di jurnal Nature Mental Health meneliti hampir 290.000 orang selama 9 tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar 13.000 peserta diketahui mengalami depresi.

Peneliti kemudian mencari tahu kebiasaan apa saja yang paling berpengaruh terhadap kesehatan mental seseorang. Dan hasilnya cukup mengejutkan! 

Dari berbagai faktor gaya hidup sehat yang diteliti, tidur cukup dan teratur menjadi faktor paling kuat dalam membantu menurunkan risiko depresi.

Orang yang tidur sekitar tujuh sampai sembilan jam setiap malam diketahui memiliki risiko depresi 22 persen lebih rendah dibanding mereka yang sering kurang tidur atau memiliki pola tidur berantakan.

Bukan cuma depresi ringan, efek positif ini juga dikaitkan dengan penurunan risiko depresi berat hingga kondisi yang sulit ditangani dengan pengobatan.

Baca juga: Dada Tiba-Tiba Sesak? Simak Penyebab dan Penanganannya

Begadang Ternyata Bukan Cuma Bikin Ngantuk

Banyak orang masih menganggap begadang sebagai hal biasa. Ada yang rela tidur larut demi scrolling media sosial, marathon satu season di Netflix, main game, atau mengejar deadline pekerjaan. 

Padahal, kurang tidur bisa mempengaruhi kerja otak dan kondisi emosional secara langsung.

Saat kualitas tidur buruk, tubuh jadi lebih sulit mengontrol stres, emosi lebih gampang naik turun, dan pikiran negatif cenderung muncul lebih sering. 

Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa meningkatkan risiko gangguan mental, termasuk depresi.

Tak heran kalau banyak ahli menyebut tidur sebagai “charger alami” untuk otak dan kesehatan emosional.

Baca juga: Demam di Malam Hari Bikin Tidak Nyaman? Coba Cara Ini

Tidur Cukup Ternyata Sesulit Itu di Era Sekarang

Meski terdengar sederhana, nyatanya menjaga pola tidur bukan hal mudah buat banyak orang.

Notifikasi ponsel yang tidak berhenti, kebiasaan main gadget sebelum tidur, konsumsi kopi berlebihan, hingga jam kerja yang berantakan sering bikin waktu istirahat jadi kacau.

Karena itu, mulai memperbaiki pola tidur bisa jadi langkah kecil yang efeknya besar untuk kesehatan mental. 

Coba biasakan tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari, kurangi kebiasaan menghabiskan waktu scroll media sosial sebelum tidur, dan ciptakan suasana kamar yang lebih nyaman dan tenang untuk beristirahat.

Baca juga: Tips yang Bisa Dilakukan Sebelum Medical Check Up, Bikin Hasilnya Tetap Optimal

Kebiasaan Kecil yang Efeknya Besar

Di tengah gaya hidup serba cepat seperti sekarang, banyak orang fokus menjaga kesehatan fisik tapi lupa merawat kesehatan mentalnya sendiri. 

Padahal, sesuatu sesederhana tidur cukup setiap malam ternyata bisa membantu menjaga pikiran tetap sehat, emosi lebih stabil, dan mengurangi risiko depresi di masa depan.

Jadi kalau selama ini kamu masih sering bilang “Nanti aja deh tidurnya”, mungkin sekarang saatnya mulai memprioritaskan istirahat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Psychologytoday.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU