Ilustrasi zodiak pemalas (freepik)
INDOZONE.ID - Pernah merasa lelah, kehilangan semangat, lalu langsung dicap “malas”?
Hati-hati, bisa jadi itu bukan sekadar kebiasaan buruk, melainkan tanda kondisi yang lebih serius seperti depresi.
Sekilas, depresi dan malas memang terlihat mirip. Sama-sama bikin seseorang sulit bergerak, kurang produktif, dan kehilangan minat.
Tapi faktanya, keduanya punya perbedaan besar — baik dari penyebab hingga cara mengatasinya.
Baca juga: Minum Campuran Cuka Apel dan Madu Setiap Hari, Beneran Sehat atau Cuma Mitos?
Depresi adalah gangguan kesehatan mental yang mempengaruhi suasana hati, energi, hingga makna hidup seseorang.
Sementara itu, malas lebih sering dianggap sebagai pilihan — ketika seseorang sebenarnya mampu melakukan sesuatu, tapi memilih untuk tidak melakukannya.
Masalahnya, banyak orang dengan depresi justru sering disalahpahami sebagai “pemalas”. Padahal, kondisi ini nyata dan bisa ditangani secara medis.
Baca juga: Jangan Sepelekan! Ini Tanda Obesitas pada Anak dan Cara Mengatasinya
Gejala depresi memang bisa “menyerupai” malas. Beberapa di antaranya:
Akibatnya, orang dengan depresi terlihat tidak produktif. Padahal, mereka sering kali sudah berusaha semampunya.
Baca juga: Cara Mencegah Bau Mulut dengan Mudah dan Efektif, Dijamin Lebih Percaya Diri
Berbeda dengan malas yang identik dengan pilihan, depresi tidak bisa diatasi hanya dengan “niat” atau “dipaksa semangat”.
Banyak yang mengira kebiasaan malas bisa berujung depresi. Nyatanya, hal ini jarang terjadi secara langsung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline